Pengerjaan Box Culvert di Ruas Palangka Raya-Kasongan Disorot

MACET – Tampak kondisi kemacetan di ruas Palangka Raya-Kasongan di Km 36, akibat pengerjaan Box Culvert yang terkesan lambat, foto diambil Senin, 17/10).


RAWAN KECELAKAN


PALANGKA RAYA – Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendesak pemerintah agar pekerjaan Box Culvert di ruas jalan penghubung Palangka Raya-Kasongan, Kabupaten Katingan di Km 36 segera diselesaikan.


Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya Duwel Rawing, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (18/10).


Menurutnya, pengerjaan Box Culvert di ruas jalan Palangka Raya-Kasongan yang tidak kunjung selesai, mengakibatkan kemacetan sepanjang 3 km dan kerap terjadi kecelakaan khususnya bagi kendaraan logistik.


“Sebetulnya hanya pekerjaan kecil berupa penggantian Box Culvert tapi sudah hampir 3 bulan tidak kunjung selesai. Padahal Jalan di kawasan ini cukup padat. Kondisi saat ini cukup membahayakan bagi kendaraan yang bermuatan berat dan sudah ada beberapa yang terbalik,” ucapnya.


Anggota Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi kesejahteraan rakyat (Kesra) ini juga mengatakan, apa disampaikannya merupakan fakta, mengingat hampir setiap hari ia melakukan perjalanan dari Palangka Raya ke Kasongan dan sebaliknya.


“Saya lewat di situ hampir setiap hari. Jadi sangat mengetahui keadaan yang sesungguhnya dan apa yang saya sampaikan saat ini adalah fakta sehingga pengerjaan Box Culvert tersebut perlu mendapat  perhatian khusus dari Balai Jalan, agar mendorong rekanan atau kontraktor segera mempercepat pengerjaan proyek tersebut,” ujarnya.


Kendati demikian, Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati melintasi ruas Palangka Raya-Kasongan, guna menghindari terjadinya kecelakaan, serta mengimbau pemerintah untuk memasang rambu-rambu peringatan.


“Selain perlunya rambu-rambu peringatan, petugas pengatur arus lalu lintas di area tersebut baik dari Dinas Perhubungan (Dishub) maupun Kepolisian harus tetap standby guna membantu kelancaran arus lalu lintas,” pungkasnya.