Pemprov Setuju BLU Food Estate Dibentuk

PALANGKA RAYA – Adanya gagasan Presiden RI Joko Widodo untuk badan pengelola food estate dengan model Badan Layanan Umum (BLU) disambut baik serta disepakati oleh jajaran Pemprov Kalteng.


Hal itu diungkapkan Sekda Kalteng H Fahrizal Fitri mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, dalam rapat lintas sektoral virtual bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dari Aula Serba Guna, Istana Isen Mulang, Jumat (16/4).


Terkait itu, Sekda Kalteng mendukung penuh untuk pelaksanaan BLU di kawasan food estate. Pemprov Kalteng setuju dengan adanya badan pengelola dan hal ini dikarenakan merupakan pekerjaan besar dengan luasan 165 ribu hektare dengan memfokuskan pekerjaan lintas kementerian.


“Maka berkaitan dengan target kendala Sumber Daya Manusia (SDM), keterbatasan petani maupun percepatan apakah nanti bisa kita tanggulangi dengan teknologi atau konsep lainnya, pada intinya Pemprov Kalteng sepakat dibentuknya BLU,” ujarnya.


Sementara itu Menko Marves RI Luhut Binsar Pandjaitan menekankan, pentingnya perencanaan yang baik untuk ke depan.


Intinya, ujar dia, jangan hanya bekerja dengan niat tidak asal membuat senang presiden, agar apa yang dikerjakan nantinya oleh pemerintah tidak mendapatkan hujatan dari masyarakat. Hal terpentingnya, Presiden RI Joko Widodo memberikan arahan mesti ada organisasi yang bertanggung jawab, di kawasan food estate.


“Keberadaan BLU ini akan menciptakan ekosistem untuk keberlanjutan pengelolaan food estate yang terintegrasi. Artinya, BLU akan menjadi regulator/fasilitator antara petani dengan off-taker, bank dan research center (Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Pemda dan Universitas),” ujarnya.


Dijelaskannya, BLU bukan badan usaha untuk mencari keuntungan, namun melayani serta dimiliki oleh petani.


Luhut juga mengingatrkan setiap kementerian mesti berhati dalam membuat target, yaitu dimaksudkan secara bertahap, bertindak serta berlanjut. drn