Pemprov dan DPR RI Bahas Soal Pemerintahan di Kalteng

PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, menerima kunjungan kerja (kunker) Komisi II DPR RI dalam kegiatan reses masa persidangan IV tahun sidang 2020-2021, di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, belum lama ini.


Jajaran Komisi II DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi II H Syamsurizal dengan anggota Arif Wibowo, HM Rifqinizami Karsayuda, Irwan Ardi Hasman, Aminurokhman, H Mohammad Muraz, H Mardani, John Siffy Mirin dan Hj Nurhayati.


Dalam pertemuan itu selain diskusi digelar juga pembahasan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, evaluasi persiapan proses penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) dari guru honorer di Kalteng, evaluasi pilkada serentak 2020 serta evaluasi penanganan Covid-19 di provinsi tersebut.


Terkait kunjungan itu, Wakil Gubernur mengharapkan kunjungan kerja bisa semakin memperkuat hubungan koordinasi serta kerjasama, dalam pembangunan di Kalteng. Intinya, ucap dia, pelaksanaan pembangunan memerlukan dukungan seluruh pihak, termasuk dari jajaran legislatif DPR RI.


Dalam moment itu, Wagub juga menyampaikan kepada seluruh rombongan Komisi II DPR RI dan para pejabat pendamping dari Kementerian/Lembaga bahwa secara umum, penyelenggaraan pemerintahan, Pilkada Serentak, dan penerimaan CPNS di Kalteng terlaksana dengan baik tanpa ada permasalahan yang berarti berkat kerja sama semua pihak meski perlu untuk terus ditingkatkan.


Dikatakan Wagub, Pemprov Kalteng terus berupaya untuk mewujudkan visi misi Kalteng BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah, dan Harmonis) melalui berbagai program terkait pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, UMKM dan koperasi.


 “Jika dibandingkan dengan Nasional, kasus konfirmasi Kalimantan Tengah berkontribusi 1,15% terhadap Nasional. Kalimantan Tengah terus melakukan upaya untuk menekan jumlah pasien dengan meningkatkan kualitas pelayanan, salah satunya dengan menginisiasi penyediaan Intensive Care Unit (ICU) pada masing-masing rumah sakit rujukan di Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah. Hal ini disebabkan kasus kematian yang hampir terjadi setiap hari, sehingga perlu lebih kita perhatikan,” pungkasnya. drn