Kapuas, Bartim dan Lamandau Kembali Disekat

PALANGKA RAYA- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Kalteng, siapa pun yang ingin masuk di Kalteng, wajib menunjukkan hasil PCR. 


Untuk penyekatan, kata Kapolda, Satgas Terpadu ada di Posko Penyekatan Darat di Kabupaten Kapuas, Barito Timur dan Lamandau. Kemudian untuk Satgas Yustisi dan lainnya akan melakukan penyekatan di pintu masuk pelabuhan dan bandara yang di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotim dan Palangka Raya.


"Di Posko sekat kita kerahkan 81 personel dari Polda Kalteng, kemudian ditambah dengan stakeholder lainnya. Kemudian untuk Satgas Yustisi dari Polda Kalteng berjumlah 41 personel," terang Dedi, pada apel gabungan bersama Polri, TNI dan stakeholder dalam upaya penanganan Covid-19, Senin (5/7)


Apel dipimpin Gubernur Kalteng melalui Wakil Gubernur H Edy Pratowo, didampingi Kapolda Irjen Pol Dedi Prasetyo, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto dan Kajati Iman Wijaya. 


Apel gabungan Satgas Penanganan Covid-19 ini merupakan tindak lanjut implementasi Surat Edaran Gubernur Kalteng Nomor 443.1/107/Satgas Covid-19 tentang Peningkatan Upaya Penanganan Covid-19 dan Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Provinsi Kalteng.


Setelah melaksanakan apel gabungan, tim lalu melanjutkan kegiatan dengan menggelar apel pemberangkatan tim yustisi pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19, maskerisasi, vaksinasi massal serta penyemprotan disinfektan secara serentak di Provinsi Kalteng.


Kapolda mengatakan, dari hasil evaluasi, kedisplinan masyarakat menggunakan masker sudah 93 persen secara nasional. Hal ini diperkuat dengan pengecekan yang dilakukan bersama Pangdam XII Tanjung Pura ke wilayah Katingan, Kotim dan Lamandau.


"Memang saat melintas di daerah pinggiran, kita melihat penerapan protokol kesehatannya masih lemah. Itulah yang akan menjadi sasaran kita ke depan, memperkuat prokes kembali di tengah masyarakat," ujarnya. 


Kegiatan kali ini merupakan upaya optimalisasi Satgas dan mengimplementasikan SE Gubernur Kalteng. Sasaran utama adalah penerapan prokes. Karena virus varian baru ini tingkat penyebarannya 6 kali lebih cepat dari sebelumnya.


"Sebab itu, masyarakat selalu kami imbau. Dalam melaksanakan aktivitas di luar ruangan atau di dalam ruangan, masker merupakan hal mutlak," tegasnya. 


Dari rapat terbatas yang digelar, untuk  Satgas Yustisi akan mobile, sidang-sidang di tempat akan lebih diefektifkan guna memberikan efek jera kepada masyarakat. fwa