Ekspor Kalteng Alami Kenaikan 12,42 Persen

PALANGKA RAYA - Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah mencatat nilai ekspor di provinsi setempat pada April 2021 mencapai  245,71 juta dolar AS, alami kenaikan 12,42 persen dibanding Maret 2021 yang hanya berkisar  218,56 juta dolar AS.


Peningkatan itu karena meningkatnya ekspor hasil pertanian yang mencapai  2,85 juta dolar AS atau 1.357,14 persen dan industri sekitar  52,74 juta  dolar AS  atau 80,08 persen, kata Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro di Palangka Raya, Senin (14/6).


"Nilai ekspor non migas Kalteng selama periode Januari–April 2021, mencapai  913,45 juta dolar AS, naik sebesar 28,38 persen dibanding periode yang sama tahun 2020," tambahnya.


Dikatakan, selama April 2021, komoditas utama ekspor Kalteng adalah batu bara yang dikelompokkan pada bahan bakar mineral, emas pada kelompok perhiasan maupun permata, minyak kelapa sawit di kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, serta kayu lapis dan kayu dalam bentuk keping maupun pecahan pada kelompok kayu dan barang dari kayu.


Eko mengatakan peningkatan terbesar ekspor Kalteng pada April 2021 terhadap Maret 2021, terjadi pada perhiasan/permata senilai  28,30 juta dolar AS atau 124,23 persen.


"Sedangkan untuk penurunan terbesar, terjadi pada bahan bakar mineral senilai  25,72 juta dolar AS atau 18,34 persen," katanya.


Negara tujuan utama ekspor Kalteng selama April 2021 yakni Jepang, Singapura, dan Tiongkok. Kontribusi ekspor ke ketiga negara itu mencapai 57,87 persen. Di mana, nilai ekspor Kalteng selama April 2021 yang mencapai   245,71 juta dolar AS, 21,89 persen atau  53,78 juta dolar AS ke Jepang, 20,79 persen atau  51,09 juta dolar AS ke Singapura, dan 15,19 persen atau  37,33 juta  dolar AS ke Tiongkok.  dsn