Bantuan untuk Petani Harus Segera Direalisasikan

PALANGKA RAYA – Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta kepada pemerintah, untuk merealisasikan program bantuan dibidang pertanian dan peternakan. Pasalnya, saat ini banyak petani dan peternak khususnya diwilayah pelosok Bumi Tambun Bungai, yang memerlukan uluran tangan pemerintah.


Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kalteng, yang membidangi Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA), HM Sriosako, saat dibincangi, di gedung dewan, beberapa waktu lalu.Menurutnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mendorong peningkatan perekonomian daerah melalui ketahanan pangan, baik itu pertanian maupun peternakan.


“Kita bercermin tahun 2020 lalu, yang merupakan tahun kelam, dimana perekonomian Kalteng menurun secara drastis, khususnya disektor pertanian dan peternakan, akibat dampak dari Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Sehingga diawal tahun 2021 ini, kita kembali mendorong pemerintah untuk kembali membangun perekonomian melalui ketahanan pangan,” ucap Sriosako.


Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, saat ini hal yang dibutuhkan oleh para petani dan peternak diwilayah pelosok, adalah bantuan berupa bibit beserta Sarana dan Prasarana (Sapras) berupa Alat Mesin Pertanian (Alsintan).


“Yang diperlukan petani sekarang adalah bantuan bibit, pupuk, serta Alsintan. Karena selama masa pandemi Covid-19, para petani khususnya di wilayah pelosok, hanya bisa beraktifitas dengan sapras seadanya,” tegas Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalteng ini.


Selain itu, sambungnya, hal lain yang juga harus menjadi atensi pemerintah saat ini adalah perlunya perhatian bagi para peladang. Mengingat bahwa sejumlah wilayah di Kalteng adalah perbukitan dan tidak cocok untuk mengimplementasikan sistem persawahan.


“Perlu diingat juga, bahwa tidak semua daerah di Kalteng cocok diterapkan sistem persawahan. Sehingga perlu adanya perhatian bagi para peladang, mengingat sistem berladang merupakan satu-satunya cara bertahan hidup bagi masyarakat lokal yang tinggal diwilayah pelosok khususnya perbukitan,” pungkasnya.