Warga Usulkan Bantuan Mesin Air Isi Ulang

RESES DAPIL V


PALANGKA RAYA-Sejumlah warga desa di wilayah Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau mengusulkan bantuan mesin isi ulang air kepada Pemprov Kalteng. Pasalnya, bantuan mesin isi ulang air bisa dimanfaatkan oleh masyarakat desa membangun usaha secara berkelompok.


Permintaan itu disampaikan sejumlah desa di dua kabupaten itu, kepada tim reses DPRD Kalteng saat melaksanakan reses, pekan kemarin.


Anggota Tim reses DPRD Kalteng Dapil V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau Lodewik C Iban mengatakan, dalam reses masa persidangan III tahun sidang 2017 yang berlangsung 4-9 Desember 2017 lalu, pihaknya banyak menerima aspirasi masyarakat.


Di antaranya terkait pengembangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan di mana sejumlah desa di dua kabupaten ini mengusulkan kepada Pemprov Kalteng untuk membantu mereka terkait pengadaan mesin air isi ulang.


“Permintaan masyarakat hampir sama seperti permintaan masyarakat mengenai mesin air isi ulang dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kalteng,” Lodewik saat dibincangi wartawan, di gedung dewan, kemarin.


Menurut Lodewik, setiap tahun Disperindag Kalteng selalu menyediakan bantuan untuk masyarakat berupa 10 unit mesin air isi ulang, di mana bantuan tersebut berupa hibah kepada masyarakat untuk menunjang dan mengembangkan usaha masyarakat secara berkelompok.


“Karena ada 10 jatah untuk Kalteng Itukan hibah, jadi yang minta itukan untuk kelompok usaha masyarakat,” terang anggota Komisi B DPRD Kalteng, yang membidangi ekonomi dan sumber daya alam ini.


Jika ingin mendapatkan bantuan tersebut, menurut Lodewik, masyarakat diminta membuat akte usaha dari instansi terkait seperti notaris. Jika masyarakat kesulitan kata dia, pihaknya dari DPRD Kalteng siap membantu masyarakat. “Jadi aturan itu kalau kita minta dari pemerintah seperti bantuan, harus ada akte. Kalau masyarakat kesulitan kita dari DPRD siap membantu,” tambah legislator dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.