Warga Lawang Uru Laporkan Kades Ke Dewan

PALANGKA RAYA-Oknum kepala desa (Kades) Desa Lawang Uru, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) dilaporkan oleh warganya ke DPRD Kalteng. Laporan itu disampaikan warga setempat kepada Anggota DPRD Kalteng dari daerah pemilihan (Dapil) Kalteng V, Lodewik C Iban, di gedung dewan, Jumat (11/5).


Laporan warga itu disampaikan karena mereka menilai selama ini, oknum Kades setempat dalam menjalankan pemerintahannya kurang terbuka dengan seluruh masyarakat terlebih dalam hal pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD).


“Jadi mereka ini warga Desa Lawang Uru, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulpis, jadi mereka melaporkan ada kejanggalan mengendai ADD maupun dana yang masuk ke Desa Lawang Uru tidak pernah melibatkan masyarakat,” kata Lodewik, saat dibincangi wartawan, disela-sela pertemuan dengan warga Lawang Uru, di gedung dewan, Jumat kemarin.


Lodewik menjelaskan, pengelolaan ADD oleh oknum Kades tersebut selain tidak terbuka dengan masyarakat, aparat desa lainnya juga jarang dilibatkan. “Mereka ini melaporkan karena menurut mereka oknum Kades ini tidak pernah mau berkompromi, harusnya dalam membangun desa ada musyawarah dengan aparat desa maupun dengan masyarakat,” tambah Anggota Komisi B DPRD Kalteng ini.


Yang lebih aneh lagi menurut penuturan warga setempat, agar proyek pembangunan desa yang anggarannya belum turun dari pemerintah, namun pekerjaannya sudah dilaksanakan oleh oknum kades tersebut. “Banyak lah keluhan masyarakat, makanya hal ini mereka sampaikan aspirasinya kepada kita,” ungkap Lodewik.


Sementara Risman, warga Lawang Uru menjelaskan, selama ini masyarakat ingin agar seluruh pembangunan bisa dimusyawarah dengan aparat desa maupun masyarakat, sehingga hasil pembangunan dapat dinikmati masyarakat. “Ini ada program pembangunan jalan desa, tetapi yang dibangun jalannya bukan ke arah desa, tetapi ke arah lain dengan membangun badan jalan baru kea rah hutan belantara sana,” ungkap Risman.


Dia mengungkapkan, masalah tersebut memang belum pernah dilaporkan ke Pemkab Pulang Pisau, karena mereka merasa ada wakil mereka di DPRD Kalteng, makanya keluhan tersebut disampaikan langsung ke DPRD Kalteng. “Masalah ini sudah kita laporkan ke Kejari, tapi belum tahu apakah laporan kami sudah ditindaklanjuti, karena sampai sekarang kita belum tahu sampai mana kelanjutannya,” pungkas Risman.