Waket DPRD Pantau Vaksinasi di Puskesmas Selat

PALANGKA RAYA – Pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19 tidak dapat dipastikan kapan akan berakhir, meskipun sekarang ini sudah ada vaksin yang disebar ke masyarakat. Bersama dengan vaksin yang terus dibagikan kepada masyarakat, penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) menjadi satu-satu upaya dalam menekan penyebaran Covid-19.


Wakil Ketua III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh menjelaskan, DPRD memiliki fungsi dan tanggung jawab dibidang pengawasan. Tidak hanya anggaran yang menjadi pengawasan, tapi juga pembangunan yang dilaksanakan. Sekarang ini dalam kondisi penyebaran pandemi Covid-19, maka DPRD Kalteng juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemantauan terhadap pelayanan kesehatan di Kalteng.


Baru-baru ini, kata srikandi Partai NasDem ini, melaksanakan kunjungan ke UPT Puskesmas Selat, Kabupaten Kapuas. Dimana dalam kunjungan itu, dia melihat secara langsung pelaksanaan dan pelayanan vaksin untuk tenaga kesehatan yang ada di lingkungan UPT puskesmas Selat.


“Pelayanan yang diberikan kepala UPT Puskesmas Selat sangat luar biasa. Penjelasan yang diberikan sangat detail ditambah dengan pelayanan yang sangat ramah. Disela-sela kunjungan kita juga diajak berkeliling UPT Puskesmas Selat, diketahui proses vaksinasi terus berjalan dan masuk dalam kategori tahap kedua, yakni vaksinasi untuk tenaga kesehatan,” kata Faridawaty, Selasa (9/3).


Dia juga memberikan apresiasi atas pelayanan dan berbagai inovasi yang dilakukan UPT Puskesmas Selat. Dan sekarang ini sedang mempersiapkan vaksinasi bagi pelayanan publik yang masuk kategori prioritas yakni para guru, dan sejumlah pelayanan lainnya. Meskipun pelayanan vaksin berjalan dengan baik, dan sudah masuk tahap II untuk tenaga kesehatan, tidak bisa dipungkiri UPT Puskesmas Selat membutuhkan banyak dukungan, khususnya dalam peningkatan fasilitas.


UPT Puskesmas Selat, lanjut Faridawaty, masih membutuhkan sejumlah pembangunan demi menunjang pelayanan yang diberikan. UPT Puskesmas Selat masih membutuhkan banyak pembangunan termasuk lahan parkir bagi kendaraan. Lokasi jalan sekitar puskesmas juga cukup sempit, bahkan berdekatan dengan Taman Kanak-Kanak (TK).


Khawatirnya, kata Faridawaty, ketika pembelajaran tatap muka sudah aktif, tentu kondisi akan lebih berbahaya lagi karena harus berdampingan dengan anak-anak. Paling berbahaya adalah posisi ambulans, belum lagi ditambah dengan risiko dari bahaya dari limbah yang dihasilkan oleh UPT Puskesmas Selat itu sendiri, meskipun limbah itu sudah ditangani dengan sebaik mungkin.