Usahakan Kerajinan Diekspor Tanpa Perantara

PALANGKA RAYA - Wakil KetuaDPRD Provinsi Kalteng H Abdul Razak menilai, hingga saat ini hasil alam Bumi Tambun Bungai telah banyak dimanfaatkan oleh pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk lokal berkualitas tinggi. Namun masih banyak produk-produk lokal asli Kalteng, yang hanya dapat menembus pasar nasional dan belum dapat menembus pasar internasional.


Menurutnya, perlu adanya terobosan-terobosan baru dan strategi khusus dari pihak pemerintah, agar produk-produk asli Kalteng bisa dikenal hingga ke mancanegara, salah satunya seperti kegiatan Kalteng Trade Expo 2018, di mana kegiatan tersebut bertujuan untuk memamerkan produk unggulan dengan orientasi ekspor.


“Kegiatan ini merupakan kegiatan di tahun kedua, di mana peserta yang mengikuti kegiatan ini  merupakan pegiat UMKM, dengan maksud memamerkan produk-produk unggulan kita, sehingga bisa menjadi salah satu produk yang berorientasi ekspor, entah itu antarpulau bahkan bisa sampai ke luar negeri,” kata Razak, saat dibincangi wartawan di sela-sela mengikuti pembukaan Kalteng Trade Expo 2018, di Jalan Tamanggung Tilung Palangka Raya, Sabtu (29/9) malam.


Razak mengakui, usai pembukaan dia sempat memasuki stand Kabupaten Kotawaringin Timur dan mendapatkan informasi bahwa mereka sudah bekerja sama dengan Jepang untuk mengekspor gula berkadar rendah hal itu kata Razak merupakan awal yang baik untuk Kalteng.


Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Sukamara ini juga mengatakan, dalam kegiatan tersebut tidak hanya mempromosikan produk asli Kalteng dibidang pertanian, tetapi kegiatan tersebut juga memamerkan produk-produk dari hasil perkebunan, pertambangan dan kehutanan.


“Dengan adanya kegiatan ini, kita mengharapkan adanya pertemuan antara pemilik dan pembeli, sehingga terjadi transaksi dan bisa berkelanjutan. Tentunya hal ini juga patut kita berikan apresiasi karena kegiatan ini adalah bagian dari pengembangan promosi dari produk-produk unggulan dari Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh Kalimantan Tengah, yang diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat,” tambah Razak.


Politisi senior dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga memaparkan, saat ini untuk ekspor terbesar Kalteng masih dipegang oleh sektor pertambangan dan perkebunan, sehingga nantinya pihak eksekutif melalui dinas/instasi terkait, diharapkan mampu mendorong sektor lainnya seperti di bidang kerajinan tangan agar mampu menembus pasar internasional.


“Untuk saat ini, leading sector terbesar untuk ekspor masih dipegang oleh pertambangan dan perkebunan. Oleh karena itu, nantinya legislatif dan eksekutif melalui dinas/instanti terkait juga akan mengembangkan sektor-sektor kerajinan UMKM, salah satunya yaitu tas yang terbuat dari rotan,” harapnya.


Selain itu, sambung Razak, sejumlah barang kerajinan asli Provinsi Kalteng ada yang telah menembus pasar internasional, namun proses ekspor dari barang kerajinan tersebut masih melalui perantara. Di antaranya yaitu melalui Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Surabaya, sehingga diharapkan kedepannya barang-barang kerajinan tersebut bisa langsung di ekspor, tanpa harus melalui perantara.


“Melalui kegiatan ini, kita berharap para pembeli produk-produk kerajinan dari Kalteng, yang diekspor melalui perantara bisa dikenal dan diketahui bahwa produk kerajinan tersebut berasal dari kita dan bisa langsung membeli ke Kalteng, tanpa harus melalui perantara,” pungkas mantan Bupati Kobar ini.