Upaya Wakil Rakyat Merajut Harmonisasi Antarunsur

Di Indonesia, Kalteng menjadi salah satu provinsi yang dikenal, dengan persatuan didalam keberagamannya. Berbagai macam suku dan agama, hidup dalam naungan filosofi Huma Betang. Bukanlah hal yang aneh semua unsur berbaur, tanpa mengenal perbedaan. Hal itu juga tercermin di institusi DPRD Provinsi Kalteng. Berbeda suku, namun tetap satu dalam koordinasi yang positif.


---------------------------------------------------------------


Salah satu wakil rakyat yang juga sudah berbaur dengan masyarakatnya adalah Dr P Lantas Sinaga. Anggota Komisi A ini sudah menjadi bagian dari Kalteng hingga dirinya mengabdi sebagai seorang legislator.


Sebagai seorang tokoh Batak di wilayah itu, dirinya terus mengajak warganya untuk ikut serta dalam membangun Kalteng. “Terpenting adalah menjalin keharmonisan, menjaga kerukunan bersama warga lokal,” ujar pria yang lahir di Parapat Sumatera Utara, pada 14 April 1946 silam tersebut.


Dirinya mengingatkan seluruh warga khususnya suku Batak yang tinggal di Kalteng tetap menjunjung falsafah “Di mana Bumi Dipijak, Di situ Langit Dijunjung”.


Saat ini jumlah warga Batak yang berdomisili di provinsi itu cukup banyak. Bahkan ada yang sudah hidup dan tinggal bersama masyarakat lokal berpuluh-puluh tahun. Kemudian ruang lingkup pekerjaan yang digeluti juga berbagai macam ragam. Ada yang jadi pedagang, aparatur sipil negara (ASN), hakim, polisi, hingga menjadi penyambung lidah rakyat (anggota dewan).


Bahkan beberapa di antaranya sudah menikah, dengan masyarakat asli Kalteng.


Diceritakannya dalam setiap pertemuan warga Batak, pihaknya selalu memberikan imbauan dalam menjaga kerukunan  dan kebersamaan. Intinya jangan berbuat hal-hal yang mampu merusak perdamaian, persatuan, bahkan hal-hal negatif lainnya.


Kondisi itu diwujudkan dalam sebuah perkumpulan internal, dengan orientasi pencerahan kepada warga mereka.


Ada empat panitia tokoh Batak, yang intens mencerahkan warganya untuk terus menjalin persatuan dan menjaga harmonisasi. Mereka adalah Prof Dr Manalu (Dosen Unpar), Butar Butar, Drs Marpaung (Dosen Unpar), dan dirinya selaku wakil rakyat.


Pihaknya juga selalu mengingatkan, untuk terus menjaga empat pilar kebangsaan. Sebut saja Pancasila, GBHN, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945. Keempat landasan itu yang harus jadi pegangan, untuk tetap bisa hidup dan berdomisili dengan baik di wilayah lain. “Kita juga terus mengingatkan agar warga Batak jangan memaksakan adat sendiri, atau mementingkan kelompok pribadi serta diri sendiri,” tegas Gembala GBI Barigas Palangka Raya tersebut.


Anggota dewan dari Dapil I yang meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gumas itu juga mengharapkan warganya, tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan.