Tutupnya Hotel Dandang Tingang Terus Dipertanyakan

PALANGKA RAYA- Tidak operasionalnya Hotel Dandang Tingang Palangka Raya yang merupakan salah satu aset Perusahaan Daerah (Perusda) Banama Tingang Makmur (BTM) itu, kembali mendapat sorotan serius dari kalangan DPRD Provinsi.


Menurut Anggota Komisi A DR P Lantas Sinaga kondisi jelas sangat disayangkan, mengingat aset tersebut cukup penting bagi daerah. ”Apalagi selama ini hotel itu dikenal cukup bagus di kalangan masyarakat setempat. Sayang kalau sampai tutup begitu,” ujarnya kepada awak media ketika dihubungi via telepon seluler, kemarin.


Terkait itu dirinya mempertanyakan alasan dari manajemen yang menutup selama beberapa waktu terakhir ini. Padahal masih banyak masyarakat ataupun wisatawan dari luar yang antusias datang ke Palangka Raya. Apalagi Hotel Dandang Tingang selama ini dikenal sebagai sarana yang eksistensinya sudah cukup lama di wilayah itu.


Terkait dengan alasan pihak hotel adanya perbaikan jaringan listrik atau lainnya, seharusnya tidak perlu sampai melaksanakan penutupan semacam itu. Bahkan dari informasi di lapangan, hampir tidak ada aktivitas bahkan pemberitahuan apapun di lingkup hotel tersebutj saat ini.


Selain itu, yang patut diperhatikan adalah keberadaannya sebagai aset dalam menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau tutup begitu, bagaimana bisa menarik minat antusias wisatawan, bahkan sampai ke arah menjadi sumber PAD bagi daerah,” tegas wakil rakyat dari Dapil I, meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas tersebut.


Legislator dari Partai Hanura itu juga menuturkan, anggaran untuk hotel itu dan lainnya selama ini juga tidak sedikit. Artinya kalau sampai mesti mendapat penutupan, maka akan sangat disayangkan baik dari segala potensi, eksistensi, hingga pemanfaatannya selama ini. Apalagi bisa dikatakan hotel itu menjadi kebanggaan masyarakat selama ini.


Untuk itu dirinya meminta agar manajemen hotel bisa memberikan penjelasan, terkait penutupan itu. Kalau perlu, ucapnya, pihaknya juga menyarankan adanya pelaksanaan kembali Rapat Dengar Pendapat (RDP), bersama jajaran manajemen ataupun perusda yang mengelola.


“Kita juga ketahui, selama ini Pemerintah Daerah selalu mengucurkan dana bagi operasional hotel itu. Nah… kalau ditutup begitu, apa artinya penggunaan anggaran itu selama ini. Ini yang harus kita pertanyakan dan pihak hotel ataupun Perusda mesti memberikan penjelasan terkait penutupan tersebut,” ujar Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng itu.


Perlu diketahui hampir beberapa waktu belakangan ini Hotel Dandang Tingang, yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya ditutup.


Dari pantauan di lapangan kemarin, belum ada aktivitas ataupun operasional apapun di lingkup tersebut. Bahkan dari keterangan pihak pengelola, penutupan dilaksanakan dengan alasan adanya renovasi hotel untuk sementara. Terlihat juga pintu hotel yang dikunci menggunakan gembok, dengan tulisan “Mohon maaf sedang renovasi instalasi listrik”.