Tidak Benar Positif Covid-19 karena Vaksin

PALANGKA RAYA- Sebagian masyarakat masih ada anggapan bahwa seseorang bakal positif Covid-19 usai mendapatkan suntikan vaksin. Hal ini pun diluruskan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Anggapan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.


Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr Suyuti Syamsul menyampaikan, virus Covid-19 menginfeksi saluran pernapasan, sementara vaksin disuntikkan melalui lengan, sehingga tidak masuk akal tiba-tiba virusnya masuk ke paru-paru setelah disuntik.


"Bisa jadi orangnya memang sebetulnya sudah bergejala saat disuntik, faktualnya banyak kita punya vaksinator kena Covid berarti kan ditulari dari yang disuntiknya. Cuma memang dia kena saat itu masih masuk inkubasi, belum ada gejala. Jadi positif bukan karena vaksinnya. Penularannya melalui saluran pernapasan. Orang disuntik di lengannya kenapa bisa lari masuk ke paru-parunya, kan tidak masuk akal, tidak logis itu," kata Suyuti, Senin (21/2).


Menurut Suyuti, pentingnya mengedepankan ilmu pengetahuan karena tidak bisa menyelesaikan masalah berdasarkan katanya. Makanya perlu dilakukan pembuktian faktual. Harus mengedepankan ilmu pengetahuan, bukan berdasarkan informasi yang tidak bisa diverifikasi, sehingga kadang muncul disinformasi. 


Sama halnya dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Menurut Suyuti, sebagian masyarakat sering menyalahartikan kejadian yang muncul setelah divaksin. Padahal, vaksinasinya sudah dilakukan seminggu lebih namun baru laporkan demam dan lain sebagainya. Padahal KIPI muncul 30 menit setelah vaksinasi.


KIPI dibagi 2 kategori, ringan dan sedang, kemudian berat dan fatal. KIPI ringan berupa meriang, demam, sakit di tempat suntik dan cukup istirahat saja untuk kembali pulih.  Kemudian KIPI berat sampai sesak napas, gatal seluruh badan, suhu badan tinggi saat demam, masyarakat dipersilakan datang ke rumah sakit untuk melapor dan seluruh biaya ditanggung pemerintah. 


"Tetapi harus dilapor untuk memastikan apa betul KIPI atau tidak. Ada perbedaan masyarakat  dengan profesional melihat masalah. Apalagi setelah 7 hari pasca-vaksin, karena KIPI itu muncul 30 menit setelah vaksin," imbuh Suyuti.


Sementara itu, vaksin saat ini ada 2 golongan. Pertama, virus yang dimatikan, sehingga kalau kedaluwarsa pun dan disuntikkan, paling kuat efeknya itu tidak ada khasiatnya, tidak mungkin dari virus yang mati tiba-tiba hidup. Kedua, golongan vaksin modifikasi protein dari virus, berarti bukan virus tapi protein dari virus itu yang dimodifikasi, apabila kedaluwarsa tidak akan berubah menjadi virus. yml