Tahun Ini, 2 Paket Multiyear Masuk Ruas Palangka Raya-Gumas

PALANGKA RAYA-Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palangka Raya-Gunung Mas tahun ini akan ditangani dengan program multiyear atau kontrak tahun jamak. Guna memuluskan jalan yang menghubungkan Palangka Raya dengan masyarakat Gumas tersebut, Pemprov telah menetapkan dua paket program multiyear ke daerah itu.


Demikian disampaikan, Ketua Komisi D DPRD Kalteng Artaban saat dibincangi wartawan, di gedung dewan, Senin (5/2).


Artaban menjelaskan, memang jalan Palangka Raya hingga Petuk Litik, Kabupaten Pulang Pisau menuju ke wilayah Barito merupakan ruas jalan nasional poros tengah.


Namun, dari wilayah Petuk Litik menuju Kuala Kurun itu merupakan ruas jalan provinsi, sehingga pemprov mempunyai kewenangan untuk penanganannya. Bahkan, kata dia, ruas jalan itu juga sudah dimasukan dan ditetapkan dalam program multiyear yang pengerjaannya akan dimulai tahun ini. “Tahun ini multiyear ada dua ruas di situ, satunya ruas Bukit Liti-Bawan kemudian ruas Bawan-Kuala Kurun, jadi ada dua paket multiyear,” kata Artaban.


Dari dua paket program yang telah ditetapkan tersebut, kata Artaban, anggarannya mencapai Rp230 miliar lebih dari total program multiyear yang telah ditetapkan Pemprov Kalteng sebesar Rp1,350 miliar untuk penanganan ruas jalan Provinsi di Kalteng itu belum termasuk program reguler. “Untuk ruas Petuk Liti-Bawan itu sekitar Rp170 miliar, Bawan-Kuala Kurun kurang lebih Rp60 miliar,” kata Artaban.


Terkait proses lelang apakah sudah dimulai atau belum dia sendiri mengaku belum mengetahuinya, karena masalah teknis tersebut merupakan kewenangan dinas terkait dari Pemprov Kalteng. Yang jelas program tersebut akan dikerjakan selama dua tahun dan pembayarannya dilakukan selama tiga tahun.


Sementara untuk perbaikan ruas jalan Bukit Rawi yang sering tergenang air saat curah hujan tinggi, Pemprov bersama DPRD Kalteng tidak ada menganggarkan. Sebab, ruas tersebut merupakan tanggung jawab dan wewenang pemerintah pusat.


Artaban mengatakan, Bukit Rawi itu masuk jalan Trans Kalimantan poros tengah, sehingga perbaikannya harus melalui APBN. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng telah beberapa kali mengusulkan perbaikan ruas Bukit Rawi tersebut ke pemerintah pusat, namun sampai sekarang belum tahu apakah disetujui atau belum.


“Bukit Rawi itu memang bagian dari menghubungkan Palangka Raya hingga Gunung Mas, tapi Provinsi Kalteng hanya bertanggung jawab untuk memperbaiki dari Simpang Petuk Liti sampai Kuala Kurun. Bukit Rawi itu juga kan menghubungkan Palangka Raya dengan sejumlah Kabupaten yang ada di wilayah Barito,” terang legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini.


Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kalteng II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan ini mengatakan, pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Provinsi Kalteng sampai sekarang ini masih mendesak dan prioritas, sehingga langkah Pemprov untuk merencanakan berbagai program multiyears sudah tepat.


Dia mengatakan untuk perbaikan infrastruktur Kalteng sampai sekarang ini masih sangat kurang. Sebab, luas provinsi ini 1,5 dari Pulau Jawa atau nomor dua provinsi terluas di Indonesia, maka dana memperbaiki infrastruktur sangat besar. “Kalau dibilang anggaran cukup, relatif ya. Tapi yang pasti kurang. Itu kenapa Pemprov Kalteng pada tahun 2018 ini melakukan proyek multiyears yang total anggarannya mencapai Rp1,350 triliun lebih untuk perbaikan jalan di Kalteng,” pungkasnya.