Siswa Kalteng Boyong 4 Medali Internasional

WICE 2019 DI MALAYSIA


PALANGKA RAYA- Prestasi anak-anak Provinsi Kalimantan Tengah selama kepemimpinan Gubernur H. Sugianto Sabransemakin diperhitungkan di kancah internasional. Sektor pendidikan di Kalteng mengalami peningkatan yang membanggakan.


Terbukti, saat event international at Word Invention Competition and Exhibition (WICE) 2019 di SEGi College Subang Jaya, Malaysia, 2-6 Oktober 2019, siswa-siswi SMAN 2 Palangka Raya mampu mengharumkan nama Kalteng dan Indonesia dengan menyabet 2 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu.


Guru pendamping,Sintania T.T. Asang, M.Pd.,Arbendi Tue S.Pd., Elvia T.T. Asang, M.Pd. sangat bangga dan senang atas prestasi anak-anak bimbingannya. Dengan memboyong 4 medali, mereka hebat sudah mengalahkan anak-anak SMA dari berbagai negara yang ikut kompetisi ini.


“Harapannya untuk pemerintah tetap mendukung pendidikan, terutama anak-anak di Kalteng.  Banyak ‘berlian’ dan ‘emas’ yang masih belum digali dan ditemukan di Kalteng,” ujar Elvia, yang masih mendampingi tim di Malaysia, saat dihubungi Tabengan via WhatsApp, Minggu (6/10).


Sementara itu, Sintania menyebut mereka membawa misi mengenalkan kecapi di mata dunia. Karena selain alat musik tradisional, kecapi dapat digunakan sebagai alat pengiring musik untuk berbagai macam genre yang ada.


Menurut Sintania, mereka juga mendapat kehormatan dipercayakan untuk perform mewakili Indonesia membawakan lagu medley, We Are The Champion, lagu country, klasik, jazz dan terakhir membawakan lagu tradisional Dayak Ayo Manari Manasai. Semua peserta dari berbagai negara pun mengikuti sambil menari.


“Kami tim yang mendapat Silver Medal dengan proyek penelitian Bring Kecapi To The World. Buat pemerintah, tolong perhatikan lagi para peneliti muda, sehingga Kalteng bukan hanya dikenal di mata nasional, tapi di internasional. Mohon dukungan pemerintah ke depannya karena penelitian ini diharapkan bisa menembus dunia,” harap Sintania.


Dijelaskan, dalam proyekBring Kecapi To The World, merekamenemukan kecapi yang selama ini hanya dipakai untuk acara budaya dan tradisional, sekarang sudah bisa dipakai untuk mengiringi berbagai lagu dan musik layaknya alat musik lainnya. Dengan ketegangan dan grid tertentu pada kecapi, sehingga menghasilkan bunyi dan melodi yang serasi dengan alat musik lainnya.


Pendamping lainnya, Helita yang juga guru SMAN 2 Palangka Raya mengatakan anak-anak ini hebat-hebat, mampu bersaing dengan negara lain. Kemampuan mereka luar biasa, apalagi kalau didukung dengan fasilitas dan pendanaan yang selama ini sangat terbatas.


“Tapi, kami berterima kasih atas dukungan Kepala SMAN 2 Palangka Raya Bapak M. Mi’razulhaidi, M.Pd. yang selalu memberikan semangat pada kami guru pembimbing dan anak-anak untuk terus berprestasi di kancah nasional dan international,” ujarnya.  


Salah satu orang tua siswa, Shella Winerungan yang saat itu mendampingi anak-anak di Subang, Malaysia, sangat bangga melihat anak-anak Kalteng unggul di negara orang, bahkan mengalahkan berbagai negara yang ikut pada kompetisi tersebut.


“Penguasaan materi dan bahasa yang luar biasa dari anak-anak kita. Saya selaku orang tua sangat bangga dan berterima kasih kepada sekolah yang memberi kesempatan kepada anak-anak kami untuk berprestasi,” lanjutnya.


Sementara, Kepala SMAN 2 Palangka Raya M. Mi’razulhaidi mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing dan pendamping. Juga menyampaikan sukses buat keluarga besar SMAN 2 Palangka Raya dan masyarakat Kalteng dengan harapkan semoga akan lebih banyak lagi medali yang bisa diperoleh oleh anak-anak Kalteng.


“Khususnya anak-anak SMAN 2 Palangka Raya, serta dukungan dari Pemprov Kalteng, khususnya Dinas Pendidikan dalam hal peningkatan kompetensi guru dan siswa pada kesempatan mengikuti lomba di kancah nasional dan international. Anak-anak kita memang sudah memiliki keunggulan kompetitif dan berdaya saing international,” ujarnya, seperti dilansir mmc.kalteng.go.id.


Selain memperoleh medali, anak-anak SMAN 2 Palangka Raya juga ada yang mendapatkan beasiswa dari SEGI Grand Award untuk kuliah di SEGi College di Subang Jaya, Malaysia. dkw/dsn


 


DAFTAR MEDALI



  1. Medali emas for the project the effectiveness test of plant-based pesticides, folia water and fructus Bintaro extracts (Cerbera Manghas) to eradicate plant- disturbing organism (opt) in the form of silverleaf whiteflies (bermicia tabachi) on chili plants (capsicum annum) diraih: Johevin Blesstowi, Juanita Grania Gabriella, Ricky Maheswara Harianto.

  2. Medali emas for the project toxicological test of vegetable rodenticide Turkish delight Narnia based on bintaro fruit (carbea manghas) toward the mortality of male rats (mus Musculus) diraih: Christian Suan Fernando Tarigan dan Rizka Annisa Putri.

  3. Medali perak for the project Bring Kecapi To The World diraih: Vierina Gloryn, Vanya Shelomitha, Bella Cahayati, Diga Yadika Putra dan Aulia Fitri.

  4. Medali perunggu for the project innovation of capsule, yoghurt, dan miss V mask product as antifungi based on combination of durian skin and gambir waste to inhibit the growth of candida albicans on candidiasis vaginals yang diraih: Sabina, Ajeng Kasih Romadhona, Athea Mustika Arham, Said Muhammad Akbar dan Biaz Dea Nabila.