Ribuan Warga Salat Id di Tengah Asap

## BMKG: Jarak Pandang Memburuk


PALANGKA RAYA- Ribuan warga Muhammadiyah bersama masyarakat di Kota Palangka Raya melaksanakan salat Idul Adha 1440 Hijriah di tengah udara yang diselimuti kabut asap tebal, Minggu (11/8) pagi.


"Alhamdulillah, meski pagi ini kabut asap tebal menyelimuti Palangka Raya, ribuan warga yang ada di halaman Bank Indonesia (BI) tetap dapat menjalankan salat Idul Adha dengan lancar," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri usai pelaksanaan salat Id.


Dia pun mengingatkan warga yang salat Id di halaman BI Kantor Perwakilan Kalteng, untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.


"Selalu gunakan masker untuk mengantisipasi dan meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan. Jika perlu kurangi aktivitas yang tidak penting di luar ruangan," ujarnya.


Berdasarkan pantauan, aparat kepolisian dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah tampak berjaga-jaga mengantisipasi gangguan selama pelaksanaan salat Id.


Bertindak sebagai imam Adied Najiyurrahman dan khotib Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah H.R. Alpha Amirrachman. Dalam khotbahnya, Alpha mengatakan Idul Adha merupakan momentum bagi seluruh elemen masyarakat, untuk lebih rela berkorban seperti apa yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim dan Ismail.


Sementara itu, Andi, warga Palangka Raya, mengatakan meski kabut asap mengganggu aktivitas, tetapi tidak menghambat keluarganya melaksanakan salat Id.


"Untuk salat Idul Fitri dan Idul Adha dianjurkan lebih baik dilaksanakan di lapangan. Meski udara diselimuti kabut asap tebal, tetapi tidak mengganggu pelaksanaan salat. Untuk itu kita juga menggunakan masker," katanya seraya berharap kabut asap tebal yang menyaput wilayah Palangka Raya segera menghilang.


 


Jarak Pandang Memburuk


SementaraBadan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya menyatakan jarak pandang di Kota Palangka Raya kembali memburuk karena kabut asap dengan jarak maksimal menyentuh 550 meter.


"Itu terjadi pada pukul 07.30 WIB. Jarak pandang kemudian membaik pada pukul 08.30 WIB dengan jarak pandang maksimal mencapai 2.000 meter," kata prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata, Minggu.


Melalui sambungan telepon, dia menerangkan jarak pandang di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalteng kemudian terus membaik hingga mencapai 6.000 meter pada pukul 14.00 WIB.


"Namun, biasanya kabut asap akan kembali menebal pada sore hari. Hal ini karena pada sore dan pagi hari kelembaban udara bertambah," katanya.


Akibatnya, lanjut dia, kebakaran hutan dan lahan akan semakin banyak menghasilkan kabut asap. Udara yang lembab juga menyebabkan penguapan berkurang.
Menurutnya, perubahan jarak pandang akibat kabut asap dimungkinkan terus terjadi karena adanya pengaruh perubahan arah dan kecepatan angin.


Sementara, berdasarkan pantauan, kebakaran di lahan kosong masih marak terjadi di Palangka Raya. Bahkan di beberapa titik, kebakaran lahan mulai mendekati pemukiman warga.


Tak hanya itu, dampak kebakaran hutan dan lahan mulai dirasakan masyarakat, seperti bau kabut asap menyengat yang membuat napas sesak dan mata pedih.


BPBD bersama instansi terkait, termasuk Barisan Pemadam Kebakaran Swakarsa, terus berjibaku berupaya memadamkan kebakaran di lahan gambut itu. Helikopter water bombing pun terpantau hilir mudik melakukan pemadaman dari udara.