Rekor MURI Bakar Jagung Terbanyak


  • Gubernur Ingin Komoditi Jagung Terus Dikembangkan


PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bakar jagung terbanyak, yaitu sebanyak 62 ribu tongkol jagung, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Jember, Jawa Timur,  sebanyak  50 ribu tongkol jagung.


Atas pemecahan rekor tersebut, pihak Manajer Operasional MURI Andre Purwandono memberikan langsung piagam penghargaan kepada Pemprov Kalteng yang diterima oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.


“Dalam rangkaian Hari Jadi Ke-62 Provinsi Kalteng tahun 2019, kita melakukan acara bakar jangung sebanyak 62 ribu tongkol, dan acara tersebut berhasil memecahkan rekor MURI, yang sebelumnya dipegang oleh Jember, dengan sebanyak 50 ribu tongkol jagung,” ujar Sugianto, di sela-sela acara pemecahan rekor MURI bakar jagung, di Bundaran Besar, Minggu (16/6) pagi.


Dengan dipecahkannya rekor MURI ini, Sugianto berharap agar pengembangan dan produksi jagung di daerah ini dapat terus ditingkatkan. Terlebih saat ini Kalteng mendapatkan jatah dari Menteri Pertanian untuk pengembangan jagung seluas 200 ribu ha dan saat ini yang terealisasi baru 50 ribu ha lebih.


Kendati demikian, kata Sugianto, produksi jagung di daerah ini pada 3 tahun terakhir terus mengalami peningkatan, bahkan pada 2018 sudah mencapai 112 ton dan ini akan terus dipacu.


Dengan ada pengembangan jagung di daerah ini, maka diharapkan ada investor yang ingin berinvestasi di daerah ini, seperti untuk pengembangan pakan ternak dan sebagainya. Mengingat selama ini jangung pakan ternak di daerah ini masih dibeli oleh pabrik pakan di Banjarmasin, Kalsel, dan harganya juga cukup stabil.


Untuk itu, Bupati/Wali Kota diminta agar memotivasi Kepala Dinas Pertaniannya, masyarakat, penyuluh-penyuluh pertanian, dan sarjana pertanian. “Ini kita galakkan terus, membangkitkan semangat menuju Kalteng yang bermartabat,” ujarnya.


Dengan kegiatan ini, kata Sugianto, juga untuk menyakinkan petani, bahwa di negara maju, petani itu bisa jadi kaya. Petani harus dimotivasi dan diyakinkan untuk mengembangkan jagung ini, sehingga diharapkan selain untuk ketahan pangan, juga untuk peningkatan perekonomian petani.


Sementara itu, Manajer Operasional MURI Andre Purwandono mengatakan, pihaknya melakukan tiga kali keliling untuk menilai dan menghitung, sehingga secara teknis dan penilaian memenuhi syarat untuk memenuhi rekor MURI yang sebelumnya dipegang oleh Jember, yaitu sebanyak 50 ribu tongkol jagung.


“Ini memecahkan rekor MURI sebelumnya, yaitu di Jember, sebanyak 50 ribu tongkol jagung, sehingga kami mengucapkan selamat kepada Pemprov Kalteng,” ujarnya.


Untuk itu, setelah dilakukan penilaian, kemudian dilakukan seremoni, kemudian diberitakan di dalam website dan media sosial, serta dicatat dalam buku Museum Rekor Dunia Indonesia.


“Dengan kegiatan semacam ini, semoga hasil bumi kita akan lebih bisa lagi berkontribusi bagi Indonesia, khususnya Kalteng, sehingga kita bisa mengurangi impor dari luar negeri,” pungkasnya.dkw