Pondok Damar agar Dipenuhi

Sugianto: Hak Masyarakat


SAMPIT Perusahaan perkebunan PT Mustika Sembuluh (MS) diminta  memenuhi hak-hak warga Desa Pondok Damar.


Hal itu ditegaskan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat melakukan kunjungan ke Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kotim, bersama Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko, Danrem 102 Panju Panjung Kol Arm Naudi Nurdika, Kejati Kalteng, Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran serta sejumlah tokoh masyarakat, Minggu (25/3).


“Dengan adanya  perusahaan perkebunan ini mereka wajib plasma, jangan ada asal-asalan. Makanya, kita turun ke lapangan dan masalah ini harus tuntas. Masyarakatpun jika sudah diberikan hak seperti plasma jangan dijual-jual lagi. Jika itu dilakukan akan kita tindak  tegas. Misalnya, sudah diberikan hak plasma 2 hektare untuk 1 KK, lalu dijual, maka yang menjual maupun yang membeli akan kita tindak,” ujar Gubernur.


Disampaikannya, terkait dengan persoalan antara warga di Desa Pondok Damar dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Mustika Sembuluh dianggap sudah selesai.


“Saya anggap tidak ada konflik, saya anggap kejadian biasa. Yang satu tidak bisa menahan diri, di sisi yang lain ada yang berbuat salah. Kalau ditempuh dengan cara  hukum positif atau dengan hukum adat, memang bisa selesai tapi hanya sementara. Disinilah kehadiran pemerintah untuk menjembatani antara masyarakat dan investor ini agar saling mendukung. Harapannya, keberadaan pengusaha bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang ada di sekitar kebun,” jelasnya.


“Namun kita butuh investor yang punya hati, Jika melihat ada orang susah di sekitar kebun, ya harus dibantu. Karena jika tanah warga di sini sudah habis, bisa timbul perlawanan dari rakyat. Apa perlu menunggu bom waktu sampai meledak, maka jangan sampai itu terjadi,” terangnya.


Sementara itu, Pimpinan PT Mustika Sembuluh Wilmar Group, Darwin Indiko mengungkapkan, pihaknya menyampaikan permohonan maaf apabila ada staf mereka yang salah. “Kami mengharapkan hubungan yang sangat erat dan kekeluargaan dengan masyarakat, dan ikut memajukan perekonomian di Kalteng,” jelasnya.


Disampaikannya, pihaknya juga ingin hidup rukun dan bisa diterima sebagai teman dan keluarga.


Menurutnya, investasi yang mereka tanamkan di Kalteng termasuk yang paling besar dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. “Saya sangat sedih saat mendengar ada miskomunikasi antara orang kami dengan masyarakat, sehingga saya datang minta maaf agar bisa jadi keluarga yang tentram,” jelasnya.c-arb