PLN Kalselteng Pastikan Pasokan Listrik Aman

PERSIAPAN IBU KOTA PEMERINTAHAN


PALANGKA RAYA-Pihak PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) menegaskan pasokan listrik aman jika ibu kota pemerintahan jadi pindah ke Kalimantan Tengah (Kalteng).


Hal ini ditegaskan pihak jajaran manajemen PT PLN (Persero), saat kunjungan Komisi B DPRD Kalteng, beberapa waktu lalu.


Menurut Anggota Komisi B DPRD Kalteng Lodewik C Iban, dalam kunjungan yang dilaksanakan pekan lalu, Komisi B mengunjungi Kalimantan Selatan (Kalsel).


Dimana, saat kunjungan, selain bertemu dengan jajaran Pemprov Kalsel, pihaknya juga bertemu dengan jajaran manajemen PT PLN wilayah Kalselteng. “Kita selain dengan jajaran Pemprov Kalsel, kita juga bertemu dengan jajaran manajemen PLN untuk mengetahui kesiapan mereka menghadapi wacana pemindahan ibukota ke Kalteng,” kata Lodewik, saat dihubungi, Minggu (16/6).


Dijelaskan, dari pertemuan tersebut, pihak PLN mengatakan, bahwa mereka sangat siap dalam menghadapi wacana pemindahan ibukota tersebut. Terlebih sekarang ini seluruh fasilitas PLN terus ditingkatkan.


“Mereka sangat siap untuk menyuplai pasokan listrik dalam menghadapi perpindahan ibukota ini,” tegas legislator dari Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) ini.


Menurut penjelasan pihak PLN kata Lodewik, saat ini di Kalteng sendiri telah dibangun beberapa pembangkit listrik, diantaranya di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), kemudian di Kotawaringin Barat (Kobar), Kapupaten Gunung Mas (Gumas) serta di wilayah Barito, salah satunya di Bangkanai.


“Kalau tidak salah di Kalteng ini menurut mereka sudah ada enam yang dibangan, saya kurang tahu persis dimana saja,” ungkap Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulpis ini.


Usai bertemu dengan jajaran manajemen PT PLN wilayah Kaslelteng, dalam kunjungan itu Komisi B DPRD Kalteng, yang membidangi ekonomi dan sumber daya alam (SDA) juga langsung berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riam Kanan.


PLTA ini ungkap dia, dibangun oleh pihak Jepang selama 9 tahun lebih, dan jika dilihat pembangunan PLTA yang dilaksanakan di Riam Kanan ini, juga bisa di bangun di Kalteng. “Kalau kita lihat, bisa saja PLTA dibangun di daerah kita,” pungkasnya.