Petani di Lampuyang Inginkan Alat yang Berkualitas

Bantuan Alsintan Kurang Maksimal


PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Hj Putri Noor Hajah mengatakan, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah ke Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk, Kotawaringin Timur (Kotim) kurang maksimal.   


Menurutnya,  laporan masyarakat yang tergabung dalam kelompok Tani Setiakawanan 1 dan Setia Abadi menyangkut penggunaan hibah dan bantuan alat mesin pertanian (alsintan).


Dinyatakan dalam laporan, alat-alat itu tidak berfungsi dan kurang efektif. “Alsintan yang dimaksud berupa peralatan/mesin potong (ketam), pada pasca panen yang merupakan hibah bantuan pemerintah,” ujarnya, belum lama ini.


Menurutnya persoalan yang mencuat adalah bantuan dari pemerintah pada 2015 silam itu menggunakan mesin ketam padi tipe CCH 7130 hornet/crown, dengan kondisi tidak terpakai sebanyak tiga unit.


Lalu ada mesin ketam tipe lain yang tidak diambil para petani. Sementara di tahun sebelumnya ada juga bantuan 10 unit mesin yang juga tidak diambil.


Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan keengganan para petani untuk tidak mengambil dan menggunakan alat pertanian tersebut beralasan.


Tipe yang disebutkan di atas, ujarnya, kurang optimal dalam pelaksanaan kinerja di lapangan. Tentunya sangat jauh berbeda dengan apa yang diusulkan para petani.


“Seperti hasil ketamannya yang tidak bersih, rerumputan ikut terbabat, kecepatan daya potong lambat, alat penggerak yang digunakan berkualitas rendah. Selain itu, konstruksi mesin ketam pada bagian roda kurang panjang dan rantainya kurang lebar,“ terangnya


Hal itu mengakibatkan sering amblas ke dalam tanah bertekstur lemah/lembab yang berujung pada kemacetan. Otomatis akan mengganggu panen dan tidak bisa dimanfaatkan lagi. Penyebab lainnya konstruksi mesin pada bagian produksi gabah, yang terletak pada bagian kanan tidak seimbang ketika pengoperasiannya.