Persoalan RTRWP Jangan Hambat Jalannya Infrastruktur

PALANGKA RAYA-Adanya kendala RTRWP yang belum rampung, sehingga terindikasi menghambat pembangunan infrastruktur jalan, disoroti jajaran DPRD Provinsi Kalteng.


Wakil Ketua Komisi B HM Asera menegaskan, apapun persoalannya, jangan sampai pembangunan  itu terhambat. “Pelaksanaan pengerjaan infrastruktur ke desa, itu wajib dilaksanakan,” ujar Asera kepada sejumlah awak media, belum lama ini.


Kondisi itu harus terlaksana. Pasalnya pembangunan hingga pelosok dirasa sangat penting, demi menunjang perekonomian masyarakat. Artinya tidak ada alasan, terkendala RTRWP atau apapun yang mengganggu.


Pelaksanaan infrastruktur tersebut, bukan atas alasan suka-suka atau ramai-ramai, namun lebih ke arah, peningkatan pembangunan dan memaksimalkan berbagai sektor di publik. Tentunya membuat daerah yang menjadi domisili penduduk, tidak terisolir. Jangan sampai hanya karena tidak bisa dibebaskan, lalu menjadi permasalahan bagi masyarakat.


“Masa karena masalah RTRW, masyarakat yang menanggung, jangan sampai hal ini berdampak bagi kehidupan di Kalteng,” tegas politisi senior PKB tersebut.


Kalau bicara soal RTRWP, banyak hal yang harus dipikirkan lagi. Dijelaskannya, kalau hanya menunggu masalah itu, jelas tidak akan selesai. Lalu ketika kendala itu terealisasi dan jalan tidak dibangun, banyak problema masyarakat yang muncul ke permukaan. Intinya, ucap dia, harus mendahulukan kepentingan rakyat.


Memang persoalan RTRWP itu penting. Namun lebih krusial lagi, pembangunan untuk jalan.


Terkait dengan kebijakan pendahuluan adalah, unsur-unsur di daerah atau wakil rakyatnya lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat.


“Jalan atau infrastruktur yang penting, wajib dibangun terlebih dahulu, jangan diabaikan,” tegasnya. Artinya mendahulukan pengerjaan yang menyangkut kesejahteraan rakyat.


Dirinya juga berharap investasi yang ada di Kalteng, bisa terus ditingkatkan. Pihaknya mendukung sepenuhnya, apabila itu bermanfaat bagi Kalteng.


“Kita apresiasi dengan pihak ketiga, yang ingin menanamkan modalnya di wilayah kita,” ujarnya.


Melalui hal itu, maka kemajuan dan perekonomian bisa semakin meningkat. Dirinya juga mendapatkan sejumlah informasi, tidak hanya industri baja saja yang akan didirikan.