Perenang Difabel Kalteng Cetak Rekor ASEAN

PALANGKA RAYA - Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) patut berbangga. Salah satu putra terbaiknya, Muhammad Syamsi, yang tampil di ajang Asean Para Games IX, 2017, Kuala Lumpur, Malaysia, meraih prestasi apik. Atlet difabel cabang olahraga renang itu mencatat rekor baru tingkat ASEAN.  


Tampil di 200 meter gaya ganti putera SM14, Syamsi tampil sebagai juara 1 dengan catatan waktu 2 menit 32,39 detik. Capaian ini memecahkan rekor waktu Asean Para Games yang sebelumnya dipegang Yoong Chung Wei asal Malaysia dengan dua menit 41,70 detik hasil laga 2015 di Singapura.


Tampil di National Aquatic Centre, Bukit Jalil Sports City, Syamsi total mengumpulkan 4 medali, 3 emas dan 1 perak. Masing-masing pada nomor 50 meter gaya dada berhasil juara 2 dan mendapat 1 perak, kemudian 100 meter gaya dada dapat 1 emas, 4x100 meter dapat 1 emas dan 200 meter gaya ganti putera SM14, 1 emas.  


“Jadi dari 4 nomor yang saya ikuti itu semuanya bermedali, selanjutnya saya akan persiapkan diri untuk ikut di Asian Para Games, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaranya,” kata Syamsi, Selasa (26/9) malam.


Kontingen Indonesia khusus di cabang olahraga renang, sebanyak 30 orang atlet. Salah satunya Muhammad Syamsi  asal Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.  Total tim renang Indonesia meraup 39 emas, 13 perak, dan 12 perunggu. Syamsi yang tampil apik menyumbangkan 3 emas dan 1 perak dan keluar sebagai juara umum.   


Prestasi yang diraih Syampi tidaklah mudah karena persiapan cukup lama, memakan waktu kurang lebih hampir 2 tahun dengan latihan Pelatnas di Solo. Persiapan yang cukup lama ternyata tidak sia-sia karena mampu menorehkan prestasi. Syamsi bukan baru kali ini tampil di Asean para games tetapi pada 2011 sudah pernah tampil dan mendapatkan 2 emas dan 1 perak.


Usianya yang sekarang 25 tahun, kesempatan masih banyak untuk mengukir prestasi. Syamsi merupakan atlet tunagrahita, memiliki kecerdasan di bawah rata-rata orang normal pada umumnya, IQ dibawah 70  namun secara fisik normal saja.


Ketua National Paralympic Committee (NPC) Kalteng, Deasy Olivia Christy, mengatakan sangat diluar dugaan, Syamsi  atlet difabel renang asal Kalteng berhasil meraih 4 medali dari 4 nomor pertandingan yang diikutinya dan merupakan prestasi yang sangat luar biasa karena merupakan sumbangsih membawa Kontingen Indonesia ke juara umum.


“Khusus untuk Kalteng memang satu atlet saja yang dipanggil, NPC melihat ini merupakan prestasi yagn sangat luar biasa, karena di Peparnas 2016 Syamsi hanya mampu meraih perak di nomor yang sudah spesialis. Ini sudah luar biasa bahkan itu di dua nomor yang diikuti itu memecahkan rekor Asean Paragames sebelumnya,” kata Deasy.  


Prestasi yang diraih Syamsi merupakan suatu kebanggaan bagi Kalteng. Selanjutnya akan melakukan persiapan di Pelatnas untuk Asian Para Games yang mana Indonesia menjadi tuan rumah, kemungkinan besar Nopember ini sudah ada pemanggilan lagi untuk kembali ke Pelatnas.


Prestasi Syamsi diharapkan menjadi pembakar semangat atlet yang lainnya dan bisa mengikuti jejak Syamsi. Rencananya NPC akan melaporkan secara tertulis kepada gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran terkait dengan prestasi yang sudah ditorehkan oleh Syamsi dan berharap bisa diberikan perhatian oleh pemerintah daerah.