Pengawasan Miras Oplosan dan Narkoba Harus Intensif

PENYAKIT MASYARAKAT


Kasus kematian akibat miras oplosan serta parahnya peredaran narkoba di daerah ini terus menjadi sorotan kalangan DPRD Kalteng. Pihaknya berharap agar persoalan ini mendapat tindaklanjut bagi dari pemerintah, aparat kepolisian, dan jajaran terkait. Peningkatan keimanan di lingkungan keluarga, sekolah dan umat masing-masing juga menjadi pencegah kegiatan negatif semacam itu.


Anggota DPRD Kalteng dari Fraksi PDIP DR P Lantas Sinaga mengakui sangat prihatin dengan adanya kasus semacam itu. Kematian beberapa orang yang diakibatkan miras oplosan mesti menjadi perhatian pihak terkait.


“Maka untuk itu kita berharap jajaran kepolisian bisa melaksanakan pengawasan yang lebih intensif terhadap peredaran miras di Kalteng,” ujarnya kepada awak media ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/3). Memang belum lama ini pihak kepolisian juga sudah mengamankan industri rumahan miras, yang ada di Kota Palangka Raya.


Dirinya mengaku apreasiasi dengan aksi tersebut dan diharapkan bisa lebih mengawasi hal-hal dengan kegiatan serupa. Namun kalau berbicara dari segi agama.


Anggota Komisi A itu berharap agar persoalan miras oplosan jangan sampai muncul di lingkup masyarakat. Karena apapun bentuknya hal itu tidak diperbolehkan atau dilarang berbuat mabuk-mabukan.


Maka untuk itu dirinya juga mengimbau para pemuka agama juga intens memberikan bimbingan kepada umatnya, terkait bahaya miras.


Terkait dengan adanya minuman lokal semacam baram memang sudah menjadi sebuah kearifan lokal di lingkup masyarakat setempat. Kendati begitu minuman tersebut kerap digunakan dalam menyambut tamu dari luar ataupun acara-acara adat istiadat dengan tujuan yang baik.


Selain itu, untuk soal narkoba jelas mesti diberantas hingga ke akar-akarnya. Jangan sampai peredarannya meluas di Kalteng. Namun, yang harus menjadi perhatian adalah peredaran hingga ke pelosok pedesaan. Dirinya berharap aparat terkait ataupun jajaran yang membidang bisa mengintensifkan pemberantasan hingga di lini manapun.