Pemerintah Diminta Membina Petani Ladang

PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng mengharapkan adanya upaya serius pemerintah daerah (Pemda) dalam membina petani peladang di Kalteng.


Pasalnya sampai sekarang ini petani peladang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.


Anggota Fraksi Partai Demokrat, Jimin mengatakan, hingga sekarang ini, selain petani sawah, Kalteng masih didimonasi oleh petani peladang berpindah. Namun sampai saat ini, belum ada upaya serius dari pemerintah dalam membina dan memberdayakannya.


Oleh sebab itu, ke depan DPRD Kalteng mengharapkan agar petani peladang berpindah ini dapat diperhatikan, sehingga para petani juga dapat lebih sejahtera.


Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kalteng III, yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara ini mengatakan, program percetakan sawah yang selama ini dilakukan oleh pemerintah di beberapa kabupaten di Kalteng sudah semakin maju.


Pengembangan sawah yang dilakukan tersebut didukung dengan alih teknologi yang tepat sehingga para petani sangat terbantukan. “Namun hal lainnya yang perlu dipikirkan adalah kurangnya perhatian bagi para petani ladang yang bepindah-pindah, kita mengharapkan adanya sentuhan teknologi bagi para petani peladang berpindah, perlu ada pembinaan serius dari pemerintah” kata Jimin yang juga Sekretaris Fraksi Partai Demokrat ini, di gedung Dewan, belum lama ini.


Selama ini ungkap Jimin petani ladang berpindah hanya mengandalkan pengalaman tradisional dengan didukung teknologi yang sederhana.


Namun yang memprihatinkan lagi kata dia, dengan adanya larangan membakar lahan, hal itu semakin memperkecul peluang usaha para petani, bahkan dapat menimbulkan kerawanan pangan.


“Untuk menghilangkan kebiadaan ladang berpindah diperlukan pendekatan dan pemberian bantuan alat mesin olah tanah yang sesuai dengan jenis tanah ladah olahan,” saran Anggota Komisi D DPRD Kalteng ini.


Hal itu penting untuk dipikirkan pemerintah sehingga kedepannya para petani peladang ini tidak perlu berpindah ladang dan membakar lahannya untuk menghasilkan hasil produksi yang lebih baik.


Karena yang selama ini menyebabkan para peladang berpindah membakar lahannya adalah karena hasil pembakaran lahan tersebut dimanfaatkan sebagai pupuk sekaligus. Sehingga diyakini dengan bekas pembakaran lahan tersebut menyuburkan tanaman padi mereka.