Pedagang Pasar Pelita Tolak Pindah ke Lokasi Baru

RESES


PALANGKA RAYA - Para pedagang pasar Pelita Hilir, Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya (Mura) menolak untuk pindah ke lokasi pasar yang baru dibangun pemerintah. Pasalnya, para pedadang setempat menilai pasar yang ada sekarang ini merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat.


Aspirasi itu didapatkan Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) dari daerah pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten Mura, Barito Utara, Barito Timur dan Barito Selatan Sirajul Rahman, saat bertemu dengan pedagang setempat reses masa persidangan I tahun sidang 2019, pekan lalu.


Menurutnya, dalam reses itu, selain melaksanakan pertemuan dengan jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, pihaknya juga menyempatkan diri secara langsung untuk memantau kondisi pembangunan yang dilangsungkan di daerah.


Salah satu lokasi yang dipilih saat itu adalah pasar Pelita Hilir, Puruk Cahu. Dimana dalam perbincangan dengan masyarakat atau pedagang setempat mereka menolak untuk pindah ke lokasi pasar yang baru.


“Saat reses ke Mura beberapa waktu yang lalu para pedagang menyampaikan aspirasinya kepada saya untuk tetap bertahan berdagang di Pasar Pelita Hilir,” kata Sirajul, dalam pesan WhatsApp, yang diterima, Kamis (19/12).


Menurut legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini para pedagang setempat ungkap Sirajul, pasar tersebut keberadaannya sudah lama dan sudah menjadi kebutuhan perekonomian masyarakat setempat. Bahkan menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat di wilayah itu.


“Mereka tetap ingin bertahan dilokasi pasar yang lama walaupun Pemkab Mura meminta untuk pindah ke pasar yang baru di Bahitom,” pungkas Sekretaris Komisi I DPRD Kalteng, yang membidangi pemerintahan, hukum dan keuangan ini.