Palangka Raya Terapkan Jam Malam

**Cegah Covid-19, Jalan Masuk Kota Diperketat


PALANGKA RAYA- Pemerintah terus mengambil langkah serius dalam menekan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya. Palangka Raya masuk dalam kategori zona merah, disebabkan terdapat pasien yang positif Covid-19. Selain menerapkan social distancing dan physical distancing, Pemko juga mulai menerapkan jam malam dan memeriksa sopir kendaraan yang masuk ke wilayah Palangka Raya.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, 14 hari ke depan Pemko Palangka Raya akan menerapkan kebijakan semi karantina wilayah, yang bertujuan untuk membatasi ruang gerak masyarakat.


Hasil rapat dari pimpinan Satgas Covid-19 Palangka Raya akan segera dilaksanakan pembatasan jam malam. Warga Palangka Raya dilarang keluar rumah dari pukul 18.00-01.00 WIB.


Emi melanjutkan, PP yang baru keluar, memang akan dilaksanakan pembatasan pergerakan masyarakat pada siang dan malam hari, kecuali ada keperluan penting seperti belanja kebutuhan sehari-hari dan berobat atau beli obat, ini semata bertujuan untuk memutuskan mata rantai Covid 19.


Harapan besar ada kerja sama dan dukungan dari masyarakat Palangka Raya, mengingat data tren penyebaran Covid-19 di Palangka Raya yang terus meningkat.


“Akses-akses menuju luar dan ke dalam kota akan ada posko dari Dinas Perhubungan Palangka Raya bersama dengan Polri dan TNI, untuk memonitor mobilisasi masyarakat. Saat ini Tim Satgas Covid 19 Palangka Raya, sudah mulai melakukan razia transportasi di beberapa titik yang masuk ke Palangka Raya,” kata Emi, saat menyampaikan agenda penerapan semi karantina wilayah dalam upaya membatasi gerak, sehingga penyebaran virus Covid-19 terus ditekan, Kamis (2/4).


“Sebenarnya ini masih disosialisasikan, aturannya siang dan malam kalau tidak ada keperluan yang sangat mendesak atau penting, maka sebaiknya tinggal di rumah saja. Sejauh ini, ada sekitar 286 sopir yang dilakukan pemeriksaan kesehatan. Setiap sopir diminta untuk berada dalam mobil selama pemeriksaan,” lanjut Emi.


Sekarang ini, kata dia lagi, ada 1 unit truk yang baru datang dari Surabaya. Sebelum masuk Palangka Raya, dilakukan penyemprotan disinfektan terlebih dahulu. Namun demikian, kondisi sopir dalam keadaan stabil, suhu tubuh 36 derajat celcius. Tentu petugas lebih meningkatkan perhatian, terutama pada warga yang ditengarai telah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit.


Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Palangka Raya Alman Pakpahan membenarkan, posko pintu keluar dan masuk Palangka Raya dijaga ketat tim. Setiap yang datang ke Palangka Raya wajib dilakukan pemeriksaan kesehatan, dan kendaraan akan disemprot disinfektan.


Alman mengatakan, pengetatan jalur masuk ke Palangka Raya merupakan salah satu cara untuk mengurangi pandemi Covid-19 di Palangka Raya. Hal ini juga dilakukan setelah menindaklanjuti adanya surat edaran Gubernur Kalteng terkait pembatasan wilayah. 


"Sebelumnya kita sudah melakukan proses paling humanis dalam mencegah pandemi Corona. Nyatanya malah bertambah, sehingga perlu dilakukan tindakan nyata di lapangan," ucap Alman.


Pengetatan kendaraan yang masuk ke Palangka Rata dilakukan dengan mengukur suhu tubuh sopir dan penumpang saat melintas. Kemudian bagi kendaraan sembako yang berasal dari luar Palangka Raya, bahkan dari wilayah pandemi Corona, maka diperketat. 


"Selain pengukuran suhu tubuh juga kita semprot disinfektan untuk kendaraannya. Sedangkan bagi penumpang yang ke Palangka Raya tujuannya untuk merantau, maka dianjurkan untuk kembali dulu," tegasnya. ded/fwa