Mengadu ke Formad-KT

Ratusan tenaga kontrak SOPD di Pemprov Kalteng yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam hasil evaluasi kinerja beberapa waktu lalu mendatangi kantor Forum Masyarakat Adat Dayak Kalimantan Tengah (Formad-KT).


Kedatangan mereka bermaksud untuk mengadukan perihal ketidakadilan dan tidak transparannya hasil evaluasi kinerja yang dikeluarkan oleh BKD Kalteng.


Salah satu perwakilan tenaga kontrak mengatakan jika kedatangan mereka bermaksud memperjuangkan hak mereka yang merasa diabaikan. Pasalnya, ada salah satu tenaga kontrak berstatus janda turut diberhentikan. Padahal ia memiliki 2 orang anak.


“Kita bermaksud memperjuangkan hak kita. Oleh karena itu kita mendatangi Formad-KT. Bagaimana nasib yang diberhentikan. Padahal janji pemerintah memberikan jaminan tentang membuka lapangan pekerjaan,” katanya, dibincangi Tabengan, Kamis (1/3) sore.


Menurutnya, salah satu ketidakadilan dan tidak transparannya BKD Kalteng dalam menetapkan tenaga kontrak, yakni tidak dicantumkannya hasil penilaian bagi tenaga kontrak yang dianggap memenuhi syarat (MS). Padahal, apabila adil, maka bagi tekon yang TMS maupun MS seharusnya dicantumkan.


“Dari SOPD kami bekerja penilaiannya baik, kenapa hasilnya malah TMS. Kemudian ketika kami meminta hasil MS untuk dicantumkan, mereka tidak mau memberi. Terlebih banyak tenaga kontrak siluman yang masuk,” ucapnya yang telah bekerja sebagai tekon selama 2 tahun itu.


Sedangkan, Ketua Formad-KT Bachtiar Efendi mengatakan jika pihaknya mengapresiasi kedatangan tenaga kontrak untuk menyampaikan permasalahannya. Formad-KT menegaskan siap membantu tuntutan tenaga kontrak apabila memiliki landasan yang dipandang cukup.


“Saat ini kita menampung dan mengkaji dokumen yang diberikan oleh mereka. Informasi yang diperoleh ada 300 tenaga kontrak yang TMS,” jelasnya.


Berdasarkan keterangan dari tenaga kontrak, hasil pengumuman evaluasi kinerja dianggap tidak objektif dan transparan, sehingga mengundang kecurigaan. Dalam hal ini Formad-KT akan menampung dan mengkaji terlebih dulu untuk penetapan langkah selanjutnya.  


“Pasti akan kita perjuangkan, sebab ini menjadi bagian dari pada berdirinya Formad-KT yakni membela utus Dayak. Mayoritas tenaga kontrak yang TMS merupakan orang Dayak,” tegasnya. drn/fwa