Masyarakat Sukamara Keluhkan Anjloknya Harga Sawit

PALANGKA RAYA- Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi perkebunan yang cukup menjanjikan. Pasalnya, kelapa sawit dapat diolah menjadi bahan dasar dari berbagai macam produk. Namun, dengan adanya boikot dari negara-negara Eropa terhadap hasil sawit Asia, khususnya Indonesia, hal ini berdampak pada anjloknya harga sawit dan menjadi salah satu permasalahan serius  tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga pemerintah.


Menurut Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Hj Maryani, ketika melaksanakan reses perorangan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat ke Kabupaten Sukamara, banyak petani maupun pengusaha kelapa sawit yang mengeluhkan anjloknya komoditi perkebunan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mencari solusi, sehingga harga sawit tidak semakin anjlok.


“Kemarin saat saya melaksanakan reses ke Kabupaten Sukamara, salah satu keluhan yang disampaikan langsung oleh masyarakat adalah turunnya harga sawit, sehingga masyarakat sangat berharap agar pemerintah bisa mencari solusi agar harga sawit tidak semakin anjlok,” kata Mariyani, saat dibincangi, di gedung dewan, Senin (15/4).


Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng III, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Sukamara ini juga mengungkapkan, anjloknya harga sawit merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil sawit, tidak hanya di Kabupaten Sukamara, tetapi di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai.


“Walaupun sebenarnya sawit merupakan komoditi yang menjanjikan, tetapi kalau harga sawit anjlok secara drastis seperti ini, masyarakat jelas akan berteriak. Bahkan tidak hanya masyarakat di Kabupaten Sukamara, tetapi di seluruh wilayah Kalteng. Oleh karena itu, masyarakat meminta agar pemerintah segera ambil tindakan, jangan sampai usaha masyarakat ini mati, dalam arti ditinggalkan secara pelan-pelan,” tegas Anggota Komisi B, yang membidangi Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) ini.


Senada, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng HM Asera mengatakan, agar pihak pemerintah khususnya Menteri Perdagangan dan Perindustrian maupun dinas/instansi terkait tidak terpaku pada eksport hasil sawit Indonesia ke negara-negara Eropa. Hal ini bertujuan agar harga sawit dapat normal kembali, berhubung masih banyak sejumlah negara di Asia maupun benua lain  yang memerlukan hasil sawit Indonesia.


“Kalau kita hanya terpaku pada Eropa, harga sawit akan terus anjlok karena sudah jelas-jelas mereka memboikot hasil sawit dari Asia khususnya Indonesia. Oleh karena itu, kita minta Menteri Perdagangan serta Dinas terkait untuk tidak terpaku pada Eropa. Berhubung masih banyak negara industri lain yang memerlukan sawit kita, seperti Rusia dan China,” pungkas Wakil Rakyat dari Dapil V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini.