Masyarakat Kalteng Jangan Terprovokasi Soal Teror Bom

PALANGKA RAYA-Masyarakat Kalteng diimbau untuk tidak terpengaruh bahkan terprovokasi kejadian teror bom di Surabaya beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan kalangan DPRD Provinsi melalui legislator dari Partai Hanura DR P Lantas Sinaga.


Terkait itu dirinya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dalam suasana damai. “Kita harus tetap fokus, dalam menjaga daerah kita masing-masing. Soal kejadian di Surabaya kita serahkan kepada jajaran kepolisian sebagai pihak yang berwenang,” ujarnya kepada wartawan ketika dihubungi via telepon seluler, Senin (21/5).


Kendati kondisi daerah dalam situasi yang kondusif, namun tidak salahnya saling waspada. Intinya tetap mengawasi dan deteksi dini, terhadap hal-hal yang mencurigakan.


Selain itu Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng itu juga mengajak agar antar masyarakat bisa saling menjaga toleransi khususnya di bulan ramadan, di mana umat muslim saat ini tengah menjalankan ibadah puasanya.


Sebut saja seperti umat Kristiani dan lainnya untuk tetap bersama-sama menjaga keharmonisan antar pemeluk agama lainnya dalam upaya meningkatkan rasa aman dan nyaman di lingkup masyarakat.


Terkait adanya aksi teror bom belum lama ini, pihaknya meyakini pelaku bukanlah orang yang beragama secara benar dan lurus. “Tidak ada ajaran agama di dunia ini, yang mengajarkan pembunuhan. Intisari dari agama selalu saja berkonsep pada perdamaian, kebaikan dan hal positif lainnya,” ucap Ketua Persatuan Gereja-Gereja Pantekosta se Indonesia (PGPI) Wilayah Kalteng itu. Selain itu dirinya juga mengapresiasi atas kesiagaan, dari aparat keamanan di wilayah itu.


Tentunya merespon cepat, dalam pengamanan yang ketat bagi rumah-rumah ibadah serta umat atau jemaatnya, dalam melaksanakan kegiatan keagamaan masing-masing. Dengan begitu masyarakat dapat mengikuti ibadah, tanpa rasa khawatir dan tetap tenteram. Menyangkut adanya aksi tersebut, dirinya juga mengajak agar masyarakat untuk tidak takut.


Artinya lawan hal-hal yang berkaitan dengan terorisme. Publik setempat juga diharapkan jangan sampai lengah, terhadap situasi di lapangan. Kalau ada hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang. Tidak hanya pada situasi di luar rumah atau lingkungan pribadi saja, namun juga menyangkut media sosial.


“Kita juga mesti tetap mempertahankan filosofi Huma Betang kita, dalam upaya mencegah masuknya paham radikalisme, yang berujung pada sel-sel teroris,” ujar wakil rakyat dari Dapil I yang meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas tersebut. Jangan sampai wilayah yang selama ini sudah damai, malah dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.