Mahasiswa Aksi Damai ke DPRD

TOLAK RUU OMNIBUS LAW


PALANGKA RAYA – Aksi damai turun ke jalan dilakukan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Palangka Raya (UPR) di depan Kantor DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), di jalan S Parman, Kamis (16/7) siang.


Mahasiswa menuntut agar wakil rakyat menyuarakan aspirasi mereka terkait penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law yang kini tengah digodok DPR RI.


Dimulai dari Gedung KONI Kalteng, puluhan mahasiswa yang membawa spanduk bertuliskan penolakan berjalan kaki menuju jalan S Parman. Penerapan protokol kesehatan Covid-19 turut dilakukan. Diantaranya mengatur jarak saat berorasi dan melakukan pengukuran suhu badan menggunakan thermo gun.


Aksi turun ke jalan tersebut merupakan buntut dari aksi 12 Maret lalu terkait tuntutan mereka terhadap penolakan RUU Omnibus Law yang diterima Anggota DPRD Kalteng beserta kesepakatan.


Kekecewaan mahasiswa terjadi setelah Anggota DPRD Kalteng tidak menemui mereka. Perwakilan hanya ditemui oleh perwakilan dari Sekretariat DPRD Kalteng, pasalnya waktu yang bersamaan sejumlah Anggota DPRD Kalteng, sedang melaksanakan perjalanan dinas ke dalam daerah, sementara Pimpinan Dewan bersedia melakukan pertemuan keesokan harinya.


“Fokus kita mempertanyakan hasil dari tuntutan pada aksi 12 Maret lalu terhadap penolakan Omnibus Law. Banyak aspek merugikan yang timbul dari Omnibus Law, baik segi pendidikan dan ketenagakerjaan,” ucap juru bicara aksi, Lambert Lingga ditengah aksi damai kemarin.


Jalannya aksi mahasiswa ditandai dengan penaburan bunga di keranda yang menandakan matinya demokrasi. Aksi yang semula berjalan tertib lalu terpecah setelah sebagian mahasiswa lebih memilih tinggal di depan Kantor DPRD Kalteng. Sedangkan mahasiswa lainnya mengikuti koordinator aksi untuk pulang.