Kucuran Dana bagi Hotel DT Harus Bermanfaat

PALANGKA RAYA - Adanya kucuran dana bagi Hotel Dandang Tingang (DT), mendapat tanggapan dari kalangan DPRD Provinsi. Anggota DPRD Kalteng, Punding LH Bangkan berpendapat, dengan anggaran yang cukup besar, harusnya sarana bagi umum tersebut, ke depan bisa berfungsi sediakala. Bahkan beroperasi dengan fasilitas yang mumpuni.


Menurut anggota dewan yang merupakan bagian dari tim Banggar itu, pendanaan itu mesti memberikan manfaat maksimal bagi hotel yang dulunya merupakan kebanggaan Kalteng tersebut.


“Suntikan dana bukan untuk menyelesaikan masalah, namun bagaimana investasi itu berjalan dengan baik,” ujarnya kepada awak media ketika ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.


Terkait itu dirinya menilai kucuran dana yang dianggarkan setiap tahunnya untuk hotel tersebut masih belum sesuai harapan. Bahkan anggaran yang kerap diberikan, juga belum memberikan daya saing yang baik dengan hotel lainnya.


Padahal ia berharap pendanaan itu mampu memberikan ruang bagi jajaran direksi dalam mengoptimalkan hotel sebagai sarana yang memiliki daya saing serta kontribusi layak.


Maka, dalam rapat bersama tim Banggar dan pemerintah daerah, pihaknya sepakat dengan adanya penganggaran Rp 10 miliar dengan peruntukan yang tepat. Artinya bukan sebagai santunan, namun harus ada perubahan yang benar-benar terlihat.


Terkait pihak-pihak yang mengundurkan diri, harusnya hanya difasilitasi melalui konsep uang pisah. “Apabila nantinya ada suntikan dana kembali, kita berharap itu ditenderkan saja yang nantinya diserahkan kepada pihak ketiga,” ucap wakil rakyat dari Dapil V yang meliputi Pulang Pisau dan Kapuas tersebut.


Selain yang harus ada jaminan, uang yang dianggarkan tidak hilang begitu saja. Melainkan memang benar-benar dijadikan aset yang jelas.


Pihaknya khawatir investasi untuk pengganggaran yang cukup besar itu tidak mengarah pada kejelasan ataupun sesuai harapan. Sehingga dengan begitu pemerintah daerah maupun DPRD Kalteng tidak dipusingkan lagi, untuk memikirkan bagaimana konsep agar Hotel DT bisa jadi kebanggaan daerah.  


Ketika disinggung terkait daya saing dengan hotel lainnya, Punding mengaku cukup prihatin. Kondisi ini yang harusnya mengalami perubahan, dengan modal besar yang dianggarkan.


Apalagi dana Rp 10 milyar bukanlah jumlah yang kecil, sehingga mesti mendapat perencanaan yang matang dan baik. “Sekali lagi saya tekankan dana itu bukan untuk penyelesaian masalah, tetapi untuk mengangkat daya saing Hotel DT dengan hotel lainnya di Kalteng,” ujar Sekretaris Komisi B tersebut.


Punding juga berharap dengan pengelolaannya juga mesti maksimal, di mana akan ditindaklanjuti melalui pihak ketiga dengan anggaran yang tetap jelas.