KPP Kalteng Audiensi dengan Presidium KPP RI

PALANGKA RAYA – Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Kalimanten Tengah (Kalteng) periode 2019-2024, beberapa waktu lalu melaksanakan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Ketua Presidium KPP RI.


Dalam audiensi itu, pihaknya diterima Ketua KPP RI Diah Pitaloka dan Sekretaris Jenderal KPP RI Luluk Nur Hamidah. Ketua KPP Kalteng, Andina Theresia Narang,Rabu (11/3) mengatakan, dalam kunjungan itu pihaknya selain bersilaturahmi sekaligus bertukar pikiran untuk berbagai program dan kegiatan KPP.


“Salah satunya terkait pelantikan pengurus KPP Kalteng yang dijadwalkan akan kita laksanakan April 2020 mendatang. Setelah kepengurusan kita dilantik, baru kita membentuk pengurus ditingkat Kabupaten/Kota,” kata Andina.


Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, setiap 8 Maret diperingati sebagai hari perempuan internasional, dan untuk Indonesia temanya tahun ini “Kesetaraan Untuk Kemaslahatan Bangsa”.


Kemudian dari petunjuk KPP RI, kampanye generasi kesetaraan yang diusung bersama ini bertujuan untuk menyatukan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang, baik yang berbeda gender, usia, etnis, ras, agama dan suku untuk menciptakan dunia setara berkemanusian yang semua orang layak dapatkan.


“Dengan semangat yang sama, kami bekerja dan bersinergi untuk mengakhiri kekerasan berbasis gender. Mewijudkan hak keadilan ekonomi untuk semua, hak kemandirian dan otonomi akan hidup, hak kesehatan jiwa dan tubuh, hak seksual dan reproduksi, hak memimpin dan membuat keputusan serta hak bertindak untuk keadilan iklim,” kata Anggota Komisi III DPRD Kalteng ini.


Dikatakan, peringatan hari perempuan internasional tahun ini juga istimewa karena bertepatan dengan 25 tahun semenjak Deklarasi dan Platform Aksi Beijing, sebuah peta jalan yang progresif memperjuangkan hak-hak ekonomi, sosial dan politik serta pemberdayaan perempuan dicanangkan.Pengakuan atas pentingnya kehadiran Perempuan dalam politik serta terlibat dalam membuat keputusan penting tersebut menjadi pendorong bagi munculnya berbagai aksi perubahan untuk pemenuhan Hak-Hak politik Perempuan secara luas di seluruh dunia,tanpa kecuali di Indonesia.


“Bagi Indonesia sendiri, tahun 2020 ini kita juga akan merayakan 75 tahun kemerdekaan yang mana merupakan suatu kebanggaan bahwa perempuan Indonesia sudah dapat ikut serta menyatakan pilihan politiknya semenjak pemilu pertama tahun 1955 dan bahkan memiliki keterwakilan perempuan sejak periode pertama. Terpilihnya perempuan sebagai Ketua DPR RI sebagai langkah maju yang penting untuk diikuti langkah pencapaian selanjutnya,” pungkasnya.