Kebakaran Kobar Meluas

* Kodim 1014/Pnb Gelar Salat Minta Hujan


PANGKALAN BUN  Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat makin meluas, bahkan sampai Selasa (20/2) sore jumlah areal yang terbakar mencapai 150 hektare dan sebagian besar terjadi di Jalan poros Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kotawaringin Lama. 


Pantauan Tabengan di lapangan, di km 12 poros menuju Kotawaringin Lama, tampak Kapolres Kobar AKBP Arie Sandi Zulkarnain turun langsung ke lapangan mendekati titik api yang sulit dipadamkan karena memang berada di wilayah gambut. Tim yang melakukan pemadaman baik dari Polres Kobar, Kodim 1014/Pnb maupun  BPBD dan Manggala Agni pun, harus berjalan ratusan meter, bahkan tim pun harus bersusah payah membawa/memanggul mesin penyedot air.


Tim terkendala mendapatkan sumber air, sehingga tim harus melakukan penggalian agar keluar air yang dimanfaatkan untuk menyiram api yang muncul tidak hanya di satu titik.


Tanpa kenal lelah tim berupaya mengatasi kebakaran agar tidak menyebar, dengan keterbatasan peralatan dan air. 


Saat ini jarak pandang di jalan poros menuju Kotawaringin Lama sangat terbatas dan asap menyengat pun mengganggu pernafasan.


"Saat ini kami berupaya untuk mematikan sisa kebakaran dua hari yang lalu karena ini daerah gambut, sehingga masih muncul kepulan asap. Bahkan ada sedikit muncul titik api, ada satu titik yang sulit dijangkau karena berada di bagian seberang, kami hanya berharap agar turun hujan," kata Wakil Bupati Ahmadi Riansyah didampingi Kepala BPBD Kobar Hermon F Lion dan Kapolres AKBP Arie Sandi Zulkarnain di lokasi km 12 jalan Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kolam.


Selain mengerahkan personel dan peralatan yang ada saat ini, Wabup Ahmadi mengharapkan agar Gubernur Kalteng bisa menyetujui surat pemohonan bantuan helikopter water boombing agar sisa-sisa asap benar-benar padam, terutama di lokasi yang sulit terjangkau.


Sementara itu Hermon F Lion Kepala BPBD Kobar menjelaskan jumlah areal yang terbakar mencapai 150 Ha paling besar terjadi di jalan poros menuju Kotawaringin Lama tetapi untuk Hot Spot mulai mengalami penurunan.


Sedangkan Kapolres Kobar AKBP Arie Sandi Zulkarnain mengatakan Polres Kobar tetap melakukan pemadaman dengan menurunkan 70 personel. 


"Melalui Bhabinkamtibmas yang telah kita turunkan ke desa-desa sebanyak 60 bhabinkamtibmas, diharapkan masyarakat akan memahami bahaya melakukan pembakaran lahan," kata Arie.


 


Salat Istisqa


Komando Distrik Militer (Kodim) 1014/Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah menggagas pelaksanaan salat istisqa. kegiatan salat meminta hujan tersebut digelar berkaitan dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Kobar beberapa hari terakhir ini. 


Kegiatan salat dilaksanakan langsung pada sekitar lokasi karhutla di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kobar. Selain sejumlah anggota TNI, Kodim juga melibatkan para santri dan masyarakat sekitar.


Dandim 1014/Pnb Letkol Inf Wisnu Kurniawan melalui Kasdim Mayor Inf Muchlis, mengungkapkan, kebakaran hutan dan lahan, khususnya yang terjadi di Mendawai Seberang sudah cukup mengkhawatirkan. Meski setiap saat dilakukan upaya pemadaman, baik oleh TNI, Polri, BPBD Kobar maupun sejumlah pihak lain, namun kebakaran belum bisa dipadamkan secara total. Padahal, pemadaman sudah dilakukan sejak sepekan terakhir.


"Untuk itu kita berinisiatif untuk melaksanakan salat meminta hujan. Jadi, selain kita terus melakukan upaya pemadaman, juga memanjatkan doa supaya hujan turun," kata Muchlis, usai melaksanakan kegiatan salat istisqa, Selasa (20/2).


Menurut dia, dalam kegiatan salat dan doa bersama itu pihaknya juga mengajak para santri dari salah satu pesantren yang di Pangkalan Bun. Selain itu, juga turut serta sejumlah elemen masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah sekitar, yang beberapa hari terakhir terkena dampak langsung dari bencana kebakaran lahan dan lahan.


"Setelah selesai salat dan doa bersama, kita langsung lanjut kegiatan pemadaman, bersama Polri, BPBD dan unsur lainnya," ujar Kasdim. 


Sementara itu, Kapten Sumarna, Danramil Arsel menambahkan, selain upaya pemadaman dan salat istisqa, pihaknya juga akan mengumpulkan para anggota kelompok tani di Kelurahan Mendawai Seberang guna menelusuri terkait dugaan kebakaran lahan yang diduga disengaja oleh pihak tertentu.


"Dalam kegiatan ini juga  kami menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan," kata Sumarna. c-uli