Karhutla Terjadi di Sejumlah Daerah

PALANGKA RAYA - Dalam sepekan terakhir kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di sejumlah daerah, seperti Kotawaringin Timur, Barito Timur, dan Palangka Raya. Di wilayah Kota Palangka Raya terjadi wilayah Bakung Merang Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kamis (19/7) siang. Lokasi kebakaran juga berada tak jauh dari pemukiman warga.


Api bisa dipadamkan setelah sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar), Manggala Agni maupun BPBD datang ke lokasi kejadian. Bahkan, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar juga turun langsung ke lapangan untuk memantau proses pemadaman. Belum diketahui apakah sudah ada yang diamankan atau dimintai keterangan untuk mengetahui penyebab terbakarnya lahan tersebut.


Kebakaran lahan juga terjadi di wilayah Kabupaten Barito Timur. Diduga api berasal dari puntung rokok, kebun karet  dan  hutan sekitarnya milik masyarakat di Desa Tampa Kecamatan  Paku, Kabupaten Bartim, ludes terbakar. Kebakaran ini terjadi di tengah panasnya terik matahari pada Kamis (19/7) sekitar pukul 11.45 WIB.


Koordinator petugas Damkar Kecamatan Paku, Pakusman, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya kebakaran lahan tersebut.


Menurut  Pakusman, kejadian itu diketahui berawal dari informasi warga yang kebetulan melintas ke arah Tamiang Layang. Setelah mendapatkan  laporan  tersebut,  petugas Damkar Kecamatan Paku langsung menuju lokasi kebakaran.


Di lapangan, lanjut Pakusman, pihaknya sempat kesulitan memadamkan api karena  sulitnya  medan  dan kekurangan  armada, sehingga  mereka meminta bantuan  penambahan armada dari petugas Damkar Kecamatan Dusun Tengah.


"Berkat kerja keras dan kerja sama dibantu oleh pihak TNI, akhirnya  api berhasil dipadamkan dan kondisi terkini sudah aman," kata Pakusman. 


Pakusman menjelaskan, kejadian kebakaran lahan karet milik warga  ini berhasil dipadamkan setelah diturunkan 2 mobil Damkar dan 10 orang personel dibantu oleh warga masyarakat setempat.


"Kami sangat  bersyukur  dapat mengatasi  bencana kebakaran dan situasi sekarang aman dan terkendali,” ucap Pakusman.


Sementara itu, Danramil Kecamatan  Dusun Tengah Kapten Inf Sukimin menjelaskan, bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) petugas tidak menemukan pemilik lahan. 


“Kita tidak menemukan pemiliknya, kita dapat laporan dari warga yang kebetulan lewat dan melihat ada lahan atau kebun warga yang terbakar, jadi kita menduga ada yang usil membuang puntung rokok karena lahan tersebut tidak terawat dan banyak ditumbuhi ilalang, sehingga mudah terbakar,” tuturnya.


Sukimin  juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki lahan untuk dapat menjaga, merawat lahannya, sehingga tidak terjadi sesuatu yang dapat merugikan orang banyak seperti kebakaran lahan ini.


 


Sedang Diselidiki 


Sementara itu, aparat Kepolisian dari Polres Kotim turun tangan untuk menyelidiki kebakaran lahan cukup besar yang terjadi di dua titik di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Rabu (18/7) lalu.


Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel SIK melalui Kabag Ops AKP Boni Arifianto mengungkapkan, penyelidikan ini dilakukan untuk mengungkap apakah kebakaran lahan yang terjadi tersebut memang sengaja dibakar atau tidak.


"Kami akan melakukan penyelidikan terhadap kebakaran lahan yang terjadi di Jalan M Hatta, Lingkar Selatan dan Jalan Kaca Piring 1," terang Boni, Kamis (19/7). 


Kebakaran lahan yang terjadi sejak pukul 13.00 WIB tersebut baru bisa dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB, Rabu (18/7) malam. Pemadaman dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai instansi, seperti dari Dinas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran, BPBD Kotim, Manggala Agni aparat Polres Kotim, PMI dan lainnya.


Boni mengungkapkan, setelah kebakaran lahan tersebut, pihaknya langsung mengumpulkan keterangan terhadap sejumlah saksi. Selain itu, pihaknya  juga akan mencari tahu pemilik lahan tersebut. 


"Kalau kami temukan pembakar lahan, maka akan diancam dengan Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, dan UU No.32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp10 miliar," tegasnya.  


Saat kebakaran lahan tersebut, Kabag Ops AKP Boni Ariefianto terjun langsung ke lapangan untuk membantu memadamkan kebakaran lahan tersebut. Saat itu Unit Satgas Karhutla Polres Kotim dengan menggunakan peralatan yang mereka miliki, berjibaku dengan beratnya medan untuk memadamkan kebakaran lahan.


Selain lokasi kebakaran yang cukup sulit dijangkau, persoalan pemadaman kebakaran lahan ini adalah sulitnya mendapatkan sumber air. Sementara kondisi cuaca panas dan angin kencang membuat pemadaman kebakaran lahan semakin sulit dilakukan. gie/c-yus/c-arb