Kalteng Siaga 1

PALANGKA RAYA -Langkah antisipatif dilakukan jajaran Polda Kalteng menyikapi insiden bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Status Siaga 1 dinyatakan, dan semua Polres melakukan penjagaan ketat di setiap gereja dalam wilayah hukum masing-masing.


Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Situmorang menegaskan, saat ini pihak kepolisian memberlakukan status Siaga 1 untuk semua lokasi. Pihaknya juga sudah menyiapkan peralatan yang dipunyai maupun personel.


“Begitu tadi ada kejadian peledakan bom di tempat ibadah di Surabaya, kita langsung melakukan penebalan personel di Polres Palangka Raya. Kita juga berkoordinasi dengan Polda Kalteng dan TNI dan Satpol PP. Status Siaga 1 ini sebenarnya  sudah berlaku sejak terjadinya tagedi di Mako Brimob,” kata Kapolres, Minggu (13/5).


Ditegaskan juga bahwa pasca kejadian peledakam bom di Surabaya, pihaknya melakukan penjaga di semua gereja yang melaksanakah ibadah minggu, baik pada pagi maupun sore hari. Penjagaan dilakukan menyebar di sekitar 190 gereja yang ada di Kota Palangka Raya. Untuk objek vital lainnya juga dilakukan pengamanan bertahap secara bergantian.


“Di Palangka Raya terdapat 196 gereja. Polres dibantu TNI dan Polda Kalteng dalam melakukan pengamanan,” ucapnya.


Meski demikian, situasi dan kondisi Palangka Raya pasca bom di Surabaya masih terbilang kondusif. Ini terlihat dengan aktivitas masyarakat yang masih memenuhi tempat keramaian dan objek wisata.


“Hanya sempat tadi pelaksanaan ibadah di salah satu gereja tertunda karena jemaat cemas. Namun ketika personel datang, ibadah tetap dilaksanakan,” tuturnya.


 


Kewaspadaan RT/RW


Menyikapi aksi teroris, Timbul pun mengimbau kepada Ketua RT dan RW agar bisa aktif dalam melakukan pengawasan di wilayahnya. Termasuk dengan melaporkan apabila menemui adanya penduduk baru yang mencurigakan. “Terutama wisma dan barak-barak. Penghuni baru dalam 1x24 jam harus melapor ke RT maupun RW,” tegasnya.


Pantauan Tabengan, pasca bom Surabaya beberapa gereja melakukan pengamanan terhadap jalannya prosesi ibadah. Di antaranya dengan menutup akses jalan dari pengendara saat ibadah berlangsung.


“Sebagai  bentuk pengamanan setelah mendengar berita bom bunuh diri di Surabaya, kami menutup jalan saat ibadah berlangsung,” tutur Tomy, salah satu pengurus Gereja Galilea Jalan Damang Batu.


Sementara itu, Ketua Umum Sinode GKE Wardiman S Lidim mengajak masyarakat, khususnya umat Kristiani tidak perlu takut dengan bom dan teror para teroris. Namun tetap berjaga-jaga atas segala tindakan terorisme, khususnya keamanan sekitar rumah ibadah. Dia juga mengajak umat Kristiani untuk berdoa dan memberikan dukungan kepada pemerintah, khususnya aparat kepolisian untuk mengatasi dan melawan teroris.


“Terakhir, mengajak masyarakat dan khususnya warga gereja untuk tidak menyebar foto korban bom dalam media sosial yang dapat menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat,” ucapnya.


 


Siaga 1 Sampit


Di Sampit, Kapolres Kotim AKBP Muhammad Rommel mengungkapkan, pihaknya mengerahkan puluhan personel yang dibantu aparat Brimob dan petugas yang ada di Polsek-Polsek untuk mengamankan gereja di Kotim.


Disampaikan Rommel yang ikut memantau situasi di sejumlah gereja di Kota Sampit, pihaknya memberikan pengamanan ekstra untuk memberikan rasa aman bagi umat Nasrani yang sedang beribadah.


"Pengamanan ekstra kami lakukan. Bukan hanya dari Polres Kotim saja, personel Brimob juga dikerahkan untuk sterilisasi lokasi gereja," jelas Rommel, Minggu (13/5).


Dalam pengaman tersebut, Polres Kotim mengerahkan 40 personel, sementara Brimob menurunkan personel sebanyak 1 regu bersenjata lengkap. Setiap gereja dijaga oleh beberapa personel kepolisian.


“Mudah-mudahan hal ini bisa memberikan rasa aman dan kelancaran ibadah yang dilakukan umat Nasrani. Sejauh ini di Kotim situasi Kamtibmas-nya dalam keadaan kondusif," jelas Rommel.


 


Belasungkawa Asdy


Anggota Komisi X DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Asdy Narang menyatakan ikut berbelasungkawa kepada para korban bom di Surabaya. Dia berharap agar kasus terorisme yang mengancam di Indonesia dapat ditumpas dan dituntaskan oleh pihak Polri bersama TNI sampai ke akar-akarnya.


“Untuk kejadian pengemboman oleh orang yang tidak kenal atau teroris saya secara pribadi mengucapkan berbela sungkawa dan berdukcita yang mendalam bagi para korban. Saya mengutuk keras apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu, ini sangat kejam sekali dan tidak berprikemanusian,” kata Asdy, kepada Tabengan, di Palangka Raya, Minggu (13/5).


Ia berharap Polri dan TNI segera mengungkap kasus tersebut sampai ke akar-akarnya. Ia juga berharap masyarakat tidak takut. Rakyat Indonesia harus bersatu-padu mendukung Polri, TNI dan Presiden untuk menuntaskan kasus itu sampai tuntas.


Kepada warga Kalteng, dia juga berharap agar waspada, namun jangan takut untuk beribadah. “Kita juga meminta kepada Kapolda dan para petinggi lain yang ada di Kalteng untuk menjaga saudara-saudara kita yang ke gereja pada waktu beribadah, maupun seluruh umat lainnya, jangan sampai kejadian ini kita takut dalam melaksanakan tugas kita beragama,” tambah Asdy. c-arb/sgh/gie