Kalteng Dikepung Banjir

PALANGKA RAYATingginyacurahhujan di bagian hulu beberapa daerah aliran sungai (DAS), menyebabkan DAS Kahayan, Rungan, Kapuas dan Lamandau meluap. Banjir yang mengepung Kalimantan Tengah tersebut mengakibatkan sejumlah wilayah permukiman warga terendam dengan ketinggian bervariasi.


Setidaknya 10 titik di ruas Jalan Trans Kalimantan menuju Kabupaten Gunung Mas (Gumas) terendam air, dampak dari tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.


Mandro Jomi, warga yang kebetulan melintas jalan sepulangnya dari Kota Kuala Kurun pada Senin (29/4), menginformasikan ada beberapa titik jalan yang cukup dalam.


“Ada sekitar 10 titik yang terendam. Paling parah di daerah Tumbang Danau, kedalaman air hingga lampu depan mobil Avanza. Saya khawatir juga saat melintas, takut mesin mobil mati,” ungkap Mandro.


Sementara informasi kondisi ketinggian banjir di Kota Kuala Kurun saat ini telah surut. Jalan Sangkurun yang sebelumnya terendam dengan ketinggian hampir 50 centimeter telah kembali normal, begitu pula sejumlah desa di bantaran Sungai Kahayan.


Warga berharap kondisi banjir di Jalan Trans Kalimantan ini cepat surut, sehingga masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa.


 


3 Kecamatan Terendam


Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas menyebutkan, berdasarkan data dan laporan dari  pihak kecamatan, 131 Kepala Keluarga (KK)  Desa Jakatan Masaha di lingkungan RT 01 dan 02 Kecamatan Mandau Telawang terdampak banjir dengan ketinggian berkisar 1-1,5 meter.


Demikian juga di wilayah Desa Supang, Kecamatan Kapuas Hulu. Walaupun tak separah Desa Jakatan Masaha, namun beberapa rumah warga dan beberapa fasilitas umum terendam. Karena was-was, warga yang rumahnya belum terkena banjir mulai mengungsikan barang-barang tidak tahan air ke tempat lebih tinggi dan dianggap aman.


Bisi, Kepala Desa Bajuh, Kecamatan Kapuas Tengah, saat dikonfirmasi melalui telepon menyebutkan sejak Minggu (28/4) untuk wilayah lingkungan RT 01 dan Bajuh Seberang  ketinggian air  mencapai 1-1,5  meter telah merendam 100 rumah warga, termasuk 1 rumah ibadah.


 


Banjir Lamandau Meluas


Sementara banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lamandau makin meluas. Sebelumnya, hingga Minggu (28/4) siang, banjir hanya terjadi di 11 desa. Namun, sampai Senin (29/4) kemarin, tercatat sudah ada 16 desa yang terdampak banjir.


“Desa-desa yang terkena banjir kali ini tersebar di 6 kecamatan, yakni Desa Lubuk Hiju, Kecamatan Menthobi Raya, Desa Pedongatan dan Nanga Palikodan, Kecamatan Bulik Timur, Desa Bintang Mengalih, Batu Slipi dan Bayat Kecamatan Belantikan Raya,” ungkap Bupati Lamandau H Hendra Lesmana. 


Kemudian, lanjut dia, Desa Panopa, Karang Taba, Kawa, Cuhai, Tanjung Beringin, Sungai Tuat, Samu Jaya, Tapin Bini Kecamatan Lamandau, Desa Pedongatan, Kecamatan Bulik Timur, dan Desa Sungai Mentawa, Kecamatan Bulik. 


“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, karena untuk beberapa hari ke depan potensi curah hujan masih tinggi,” kata Bupati.


 


Pemko Benahi Drainase


Meski Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya gencar membersihkan drainase dengan membentuk tim pengendalian banjir yang terdiri dari petugas gabungan Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, BNPB dan Dinas Damkar Palangka Raya, namun masih sering terlihat luapan air hingga menggenangi ruas jalan dan masuk ke permukiman penduduk.


Seperti di ruas Jalan Temanggung Tilung, setelah dilanda hujan deras pada Senin (29/4) malam hingga pagi hari, genangan air kembali menutup jalan. Akibatnya, mengganggu arus lalu lintas lantaran pengendara harus mengurangi kecepatannya untuk menghindari cipratan air.


Menurut Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj. Umi Mastikah, sejumlah titik tergenang  karena drainase masih butuh pembenahan lebih lanjut. Ini menjadi salah satu permasalahan kompleks yang coba ditemukan solusinya oleh Pemko.


Untuk pembenahan, jelas Umi, ada backup dana sesuai regulasi yang nantinya dipergunakan untuk pembangunan drainase dari awal.


“Kita masih menunggu itu, dan beruntungnya ada sinergi yang baik antara Pemko dan Pemprov, sehingga nanti kita cari di mana mata anggaran yang bisa meng-cover kebutuhan kita dalam pembenahan infrastruktur,” katanya. adn/c-kar/c-yul/rgb