Kalteng Bantu Rp10 M untuk Korban Gempa NTB

* Kirim Tagana dan Tenaga Kesehatan


PALANGKA RAYA -Sebagai bentuk solidaritas dan untuk meringankan beban para korban yang tertimpa musibah bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru-baru ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menganggarkan bantuan keuangan sebesar Rp10 miliar lebih.


“Dalam kesempatan ini, tidak lupa saya sampaikan rasa duka cita atas musibah bencana alam yang terjadi di Provinsi NTB baru-baru ini, semoga para korban bencana diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut,” ujar Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melalui Wakil Gubernur Kalteng Habib H Said Ismail, saat Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2018, di kantor DPRD Provinsi Kalteng, Kamis (23/8).


Dikatakan, sebagai bentuk solidaritas dan untuk meringankan beban para korban yang tertimpa musibah bencana alam tersebut, Pemprov Kalteng menganggarkan bantuan keuangan kepada kepada Provinsi NTB sebesar Rp10 miliar lebih yang akan tertampung dalam APBD-P tahun anggaran 2018 ini.


Pemberian bantuan keuangan tersebut, ujar Habib, sesuai dengan Pasal 47 Permendagri No 13/2006 dan terakhir dengan Permendagri No 21/2011 yang menegaskan bahwa pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat menganggarkan bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus kepada pemerintah daerah lainnya.


Lebih lanjut Habib mengatakan, penganggaran bantuan keuangan kepada NTB tersebut sesuai dengan surat Mendagri No 977/6131/SJ dengan hal bantuan keuangan kepada Pemprov NTB dalam rangka penanganan masyarakat terdampak bencana alam.


“Sehingga sesuai hasil rapat kemarin, maka ditentukan angkanya (bantuan) tersebut sebesar Rp10 miliar lebih. Selain itu, Kalteng juga akan mengirim Tagana dan tenaga kesehatan yang memang diperlukan di sana,” ujarnya.


Namun untuk bantuan anggaran tersebut, ujar Habib, saat ini masih proses dan secepatnya akan dikirim. “Terkait dana ini menunggu persetujuan juga dari DPR dan seandainya bisa akan mendahului anggaran perubahan, kita akan keluarkan dulu dari anggaran yang ada,” katanya.


Sementara untuk Tagana yang akan dikirim yaitu sekitar 15 orang. “Kita ada ratusan tagana di sini, kita ingin mengirim banyak, namun kita sadar bahwa kita dalam keadaan siaga Karhutla, sehingga Tagana, tenaga kesehatan, BPBD yang dikirim terbatas. Namun itu sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kita kepada saudara kita yang kena musibah,” ujarnya.