Jerman-Arab Saudi Tertarik Berinvestasi di Kalteng

PALANGKA RAYA-Wakil Ketua Komisi DPRD Provinsi HM Asera, menyebutkan, banyak negara luar yang ingin berinvestasi dalam skala besar di Provinsi Kalteng. Beberapa waktu lalu ada dari India, siap menginvestasikan modalnya di bidang pabrik gula. “Ternyata negara lain juga tertarik seperti Arab Saudi dan Jerman,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.


Sejumlah sektor yang menjadi sasaran adalah perkebunan, pertanian, batu bara, hingga jaringan listrik bawah laut.


Asera mengatakan, hal itu sudah mulai dipersiapkan, artinya tinggal menunggu waktu dan kesiapan dari Gubernur Kalteng untuk pembicaraan lebih lanjut.


Disebutkannya pihak dari Arab Saudi membutuhkan lahan sebesar 600 ribu hektare. Tujuannya untuk melaksanakan investasi, di sektor pertanian dan perkebunan.


Sementara dari informasi yang ada, ujarnya, Jerman menyatakan, tertarik ke bidang pembangunan listrik jalur bawah laut dan pertambangan. “Jaringan listrik itu rencananya akan dikerjakan di Pangkalan Bun hingga ke Semarang,” kata wakil rakyat dar Dapil V yang meliputi Pulang Pisau dan Kapuas tersebut.


Terkait itu pihaknya menyambut baik atas rencana investasi yang siap dilaksanakan.


Dirinya berharap kerja sama itu memberikan manfaat yang positif bagi Kalteng, dan yang terpenting negara-negara investor itu harus konsisten dalam memajukan daerah.


Dirinya sendiri selaku penyerap aspirasi, mengaku konsisten dalam upaya menarik minat investor untuk berusaha di Kalteng. Tujuannya agar wilayah ini dapat berkembang dan lebih cepat maju.


Asera optimis ketika penanaman modal oleh ketiga negara maju itu sudah berjalan, maka akan terjadi perkembangan pesat di Kalteng.


Kendati pria murah senyum itu antusias dengan investasi dari negara luar, namun dirinya tidak melupakan koridor dan tata aturan yang harus dipertegas misalnya saja investasi yang masuk, wajib mengedepankan kebersihan dan dampak positif bagi lingkungan.


Selain itu dirinya juga sepakat terkait penertiban izin pertambangan apalagi menyangkut aktivitas perusahaan, yang mengeruk Sumber Daya Alam (SDA) di Kalteng tanpa izin. Persoalan semacam itu, harus mendapat tindakan tegas.