Jadi Sarana Komunikasi Bersama Masyarakat

RESES PERSEORANGAN


PALANGKA RAYA – Kendati pelaksanaan reses perseorangan sudah usai, banyak aspirasi yang menjadi catatan kalangan DPRD Kalteng. Tidak hanya sekedar sebagai tupoksi saja, reses juga menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dan anggota dewan.


Wakil rakyat dari Dapil IV yang meliputi Barsel, Bartim, Barut, dan Murung Raya H Syamsul Bahri, mengapresiasi adanya kegiatan kunjungan dalam daerah tersebut.


Dirinya menyebut ada beberapa daerah yang sempat menjadi lokasi kunjungan pelaksanaan reses tersebut.  Misalnya, pertemuan di Kecamatan Pematang Karau, Hilir Sper di Barsel, Jenamas, Muara Teweh, dan lainnya.


“Kita melaksanakan tatap muka secara langsung bersama masyarakat setempat. Banyak yang menyampaikan usulan serta aspirasinya,” ujarnya, belum lama ini.


Dirinya mencontohkan sejumlah persoalan yang disampaikan masyarakat, seperti ekonomi di lingkup publik, usaha masyarakat, anjloknya harga karet atau sawit, hingga soal solusi berladang. Lalu seperti di Kabupaten Barsel yang sebagian masyarakatnya berprofesi petani karet, bidang perikanan, hingga petani.


“Terkadang kita juga menampung sejumlah aspirasi seperti usulan bantuan bibit atau benih padi. Lalu untuk di bidang perikanan masyarakat menginginkan sarana penunjang seperti kelotok (perahu kecil bermesin di jalur sungai),” ujarnya. Terkait pertanian sendiri daerah itu juga sangat berpotensi besar, untuk menjadi lumbung nasional.


Maka sangat wajar dirinya berharap sejumlah program di lini itu, bisa kembali digalakkan untuk daerah tersebut. Syamsul sendiri mengakui ada beberapa kawasan yang cukup potensial, untuk bisa melaksanakan kegiatan semacam itu. Dicontohkannya seperti kawasan Desa Palui dan juga Pararapak Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barsel.


Dirinya menyebut beberapa program pemerintah yang sempat jalan, dan kini sudah kurang terlaksana lagi seperti cetak sawah. “Kita berharap hal itu bisa dilaksanakan kembali, karena potensinya sangat bagus. Seperti di Pararapak itu cukup besar dan luas lahannya, sehingga perlu ada pengembangan kedepan. Sayang kalau dibiarkan,” ujarnya.