Gubernur: Penanganan Banjir Harus Menyeluruh

PALANGKA RAYA - Hampir setiap terjadinya hujan deras, sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Palangka Raya tergenang banjir. Bahkan, akibat hujan beberapa waktu lalu, dua ruangan di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya juga ikut terendam dengan ketinggian air mencapai 10 Cm.


Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat meninjau RSUD dr. Doris Sylvanus, Senin (4/3) sore, mengatakan penanganan bajir di daerah ini harus dilakukan secara menyeluruh, dan itu dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palangka Raya.


“Mengingat banjir itu tidak hanya terjadi di lingkungan RSUD Doris Sylvanus, namun beberapa titik di wilayah Palangka Raya juga ikut terendam, sehingga harus ditangani secara menyeluruh. Dan, itu akan kita kaji apa yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir di daerah ini,” kata Sugianto.


Bahkan, pihaknya juga sudah melakukan rapat dan dia sudah memerintahkan Sekdaprov Kalteng untuk berkoordinasi dengan Wali Kota Palangka Raya terkait penanganan banjir di daerah ini.


“Persoalan banjir di daerah ini harus diselesaikan, jangan hanya sepenggal-sepenggal. Membersihkan drainase tersebut tidak menyelesaikan masalah, karena Palangka Raya ini datar,” tegasnya.


Dia berharap agar saluran-saluran air yang ada di daerah ini, yang saat ini tertutup akibat pembangunan dan sebagainya, dapat dikembalikan ke fungsi awalnya.


Sementara untuk penanganan banjir di RSUD Doris Sylvanus, Sugianto meminta agar drainase di lingkungan rumah sakit tersebut dibenahi. Namun untuk penanganannya jangka panjang, sehingga harus bekerja sama dengan Pemko.


“Karena jangan sampai drainase di lingkungan rumah sakit tersebut sudah ditangani, namun pembuangan keluarnya tertutup, belum ditangani, karena ini akan percuma. Jadi menanganinya harus secara menyeluruh,” tegasnya.


Sementara itu, Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Yayu Indriaty mengatakan, untuk penanganan banjir yang sebelumnya sempat menggenangi lantai ruang perawatan paru dan ruang penyakit dalam pria, dengan ketinggian air 10 cm, jangka pendek yang dilakukan adalah koordinasi dengan PUPR Provinsi untuk penanganan saluran air di luar rumah sakit.


Sedangkan untuk penanganan saluran air di dalam lingkungan rumah sakit, pihaknya sudah menambah titik-titik saluran air dan saluran air yang mengalami penyempitan dilakukan pelebaran. Kemudian menambah ketinggian pintu masuk arah ke ruang perawatan paru dan ruang penyakit dalam. 


“Sementara untuk penanganan jangka panjang, kedua ruangan tersebut akan kita usulkan untuk dinaikkan lantainya. Sementara untuk ruangan-ruangan yang bocor, maka atapnya kita ganti,” pungkasnya.


 


Drainase Meluap


Tingginya intensitas hujan yang terjadi di Palangka Raya belakangan ini, mengakibatkan drainase tersumbat dan airnya meluap. Dampaknya, jalan-jalan dan sebagian permukiman terendam banjir. Jika dibiarkan, sangat merugikan masyarakat.


Pantauan Tabengan, Senin (4/3), ruas jalan kota yang tergenang air seperti di Jalan RTA Milono. Kondisi air meluber ini diakibatkan adanya rumput dan pasir yang menumpuk di pinggir jalan, sehingga air tidak dapat mengalir. Ditambah lagi dengan sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik.


“Setiap hujan deras seperti beberapa hari mengguyur Kota Palangka Raya, ruas jalan di depan ruko saya pasti tergenang air. Hal ini sedikit merepotkan kami bila ingin bepergian dan melakukan aktivitas di luar,” ujar Rio, warga Jalan RTA Milono.


Kemudian di Jalan Temanggung Tilung, terlihat parit-parit di samping ruas jalan protokol meluap tidak mampu menampung debit air yang besar. Diduga banyak sampah yang menyumbat saluran drainase.


“Bila hujan deras parit-parit di sini pasti tidak mampu menampung genangan air yang menyebabkan banjir, bukan hanya bisa menggenangi jalan, tapi bisa masuk ke warung-warung milik warga,” ucap Dwi, seorang penjaga warung di Jalan Temanggung Tilung. dkw/sda