Gubernur Lepas Ekspor ke China Senilai Rp300 Miliar

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian RI Ali Jamil dan pejabat terkait lainnya, melepas komoditi ekspor pertanian berupa Refined Bleached and Deodorized (RBD) Olein, di Pelabuhan  Temenek, Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (18/3).


RBD Olein yang diekspor milik PT Citra Borneo Utama (CBU), dengan volume 37.000 MT senilai Rp300 miliar, dengan tujuan China.


“Kegiatan yang sama-sama kita hadiri pada hari ini, di Pelabuhan Temenek, Kumai, Kabupaten Kobar, yakni pelepasan komoditi ekspor pertanian berupa RDB Olein, yang dilakukan oleh salah satu perusahaan swasta nasional di Kalteng,” ujar Sugianto, dalam sambutannya pada acara tersebut.


Ini sekaligus menunjukkan implementasi nyata, bahwa Pemprov Kalteng bersama-sama dengan seluruh stakeholder yang ada, memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk memaksimalkan potensi ekspor di daerah ini.


“Saya menyambut baik dan sangat menghargai atas berbagai upaya yang dilakukan pimpinan dan segenap jajaran PT CBU, sehingga kegiatan ekspor ini pada akhirnya dapat terwujud,” ujar orang nomor satu di Provinsi Kalteng tersebut.


Dalam kesempatan itu, dia juga mengimbau kepada segenap pelaku usaha di Kalteng, agar menggunakan momentum ini untuk lebih dapat meningkatkan kegiatan ekspor di masa mendatang, baik dari segi jumlah produk maupun mutu produk yang diekspor.


“Sehingga pada akhirnya akan bermuara pada satu tujuan bersama, yaitu Kalteng bermartabat, elok, religius, kuat, amanah, dan harmonis (Berkah),” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian RI Ali Jamil mengatakan, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian kembali melepas ekspor kali ini sebanyak 37.000 MT RDB Olein atau senilai Rp300 miliar ke Tiongkok.


Diungkapkannya, Kalteng termasuk dalam lima provinsi terbesar penghasil kelapa sawit dan turunannya di Indonesia selain Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat, yang terus genjot ekspor produk olahan minyak kelapa sawitnya.


"Kami sangat mendukung tumbuhnya industri hilirisasi kelapa sawit, karena produk olahan hasil industri hilir lah yang justru mendatangkan nilai tambah bagi petani," ujarnya.


Pada 2017, ekspor RBD Olein dari Kalteng yang keluar melalui Karantina Palangka Raya mencapai 23.999 MT dengan nilai ekspor Rp196 miliar. Sementara pada 2018 ekspor meningkat 43 persen atau sebanyak 34.357 MT dengan nilai ekspor Rp281 miliar.


Sedangkan tiga bulan pertama di tahun 2019 sudah mencapai 96.699 MT, dengan nilai ekspor mencapai Rp791 miliar. “Ini pencapaian yang harus diberi apresiasi menurut saya, baru 3 bulan saja sudah hampir mencapai 200 persen, capaian yang luar biasa. Bisa kita bayangkan berapa nilai tambah yang bisa diterima petani saat ini,” ujarnya. dkw