Gubernur dan 3 Bupati Dianugerahi Lencana Emas KTNA

SAMPIT- Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dan tiga Bupati di Kalteng dianugerahi lencana emas oleh pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) atas kepedulian dan komitmennya terhadap sektor pertanian dan petani.


Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua KTNA Pusat Winarno Tohir pada Pertemuan Daerah (Peda) KTNA Tingkat Provinsi Kalteng yang dilaksanakan di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (8/7).


Gubernur Sugianto menerima penghargaan berupaya Satya Lencana Adhi Bakti Tani Utama. Penghargaan berupa pin emas seberat 25 gram itu diberikan di hadapan ribuan peserta Peda KTNA se-Kalteng yang hadir.


Sementara, 3 kepala daerah lainnya yang juga mendapatkan penghargaan Satya Lencana Adhi Bakti Tani Pratama, yakni Bupati Kotim H. Supian Hadi, Bupati Katingan Sakariyas, dan Bupati Barito Timur Ampera.


Ketua KTNA Pusat Winarno Tohir mengungkapkan Adi Bakti Tani Pratama Lencana merupakan bentuk penghargaan terhadap peran serta kepala daerah dalam membantu geliat pertanian daerah.


"Ini apresiasi kepedulian pemerintah terhadap pengembangan kesejahteraan para petani di daerahnya. Untuk itu diberikan penghargaan kepada Gubernur, dan 3 kepala daerah di Kalteng," ujarnya.


Gubernur berterima kasih atas penghargaan yang telah diberikan. Meski diakuinya pengelolaan pengembangan kondisi pertanian di Kalteng belum maksimal, namun ke depan dirinya akan memfokuskan pengelolaan budi daya pertanian, peternakan dan perikanan di Kalteng.


Sebab, ia meyakini dengan potensi alam yang ada di berbagai daerah di Kalteng, kekuatan pangan dan peternakan cukup kuat. Melihat dari data pertanian, Kalteng sudah mengalami surplus pangan, di antaranya surplus beras sekitar 100 ton per tahun, juga komoditas jagung, bawang merah, cabai, hingga meningkatnya populasi sapi. Bahkan, komoditas jagung manis dulu belum menjadi andalan di Kalteng, saat ini sudah menjadi primadona, khususnya di Kabupaten Barito Timur.


"Kalteng memiliki tanah yang subur, jadi sangat sayang jika tidak dimanfaatkan maksimal. Di Bartim itu untuk lahan jagung dari 200 ribu hektare yang disiapkan baru 52 ribu lahan tergarap. Untuk itu masih bisa kita tingkatkan lagi," tuturnya.


Bupati Kotim Supian Hadi menambahkan, kondisi pertanian di Kotim saat ini terus berkembang. Hal itu bisa dilihat dari berbagai macam sayuran yang awalnya hanya bisa ditanam di daerah Jawa, justru tumbuh subur di Kotim. Ia mencontohkan, seperti sayuran brokoli, kol, timun suri dan bawang merah.


"Sementara untuk kondisi beras Kotim sudah terbebas dari defisit yang awalnya mencapai 34 ribu ton saat ini kita sudah surplus," terangnya.


Pelaksanaan Peda KTNA 12 Tingkat Kalteng di Kotim yang berlangsung pada 8-13 Juli mendatang, meriah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Puluhan stan dihadirkan untuk memamerkan produk dan hasil pertanian masing-masing kabupaten.