GMNI Palangka Raya Temui Seniornya di Dewan

PALANGKA RAYA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menjadi salah satu organisasi, yang cukup eksis dalam pergerakannya di Kalteng, khususnya di Palangka Raya.


Para anggotanya pun cukup aktif menyuarakan berbagai aspirasi hingga memberikan saran kepada unsur pemerintah daerah hingga legislatif.


Dalam upaya memantapkan pergerakannya di wilayah tersebut, jajaran itu intens dalam menjaga komunikasi antar sesama.


Seperti melaksanakan silaturahmi kepada angkatan senior, yang kini aktif diberbagai bidang. Terkait itu, baru-baru ini, GMNI Palangka Raya menggelar silaturahmi kepada angkatan lama, yang merupakan senior dalam organisasi tersebut.


Salah satunya adalah Tantan D Matan yang tidak hanya sebagai senior di organisasi itu, namun juga tokoh kepemudaan di masanya. Pertemuan yang dilaksanakan di DPRD Provinsi,  Kamis (21/3) itu, berlangsung hangat dan santai.


Menurut Ketua GMNI Palangka Raya Arifudin, kedatangan pihaknya dalam rangka akhir masa kepengurusan periode sebelumnya.


Dia menjelaskan GMNI bukan organisasi yang baru di Indonesia. Kiprahnya pun cukup eksis dalam pergerakan kemahasiswaan serta menyuarakan suara bangsa. Memang pada orde baru organisasi itu sempat mengalami kevakuman, dimana pada masa pemerintahan tersebut tidak boleh ada paham-paham yang bertentangan.


Apalagi visi misi serta paham yang dibawa oleh GMNI sendiri sangat kental dengan bapak proklamator Indonesia yaitu Ir Soekarno. “Anggotanya sendiri untuk angkatan baru ada 185 orang, namun untuk yang angkatan lama berjumlah 500-an orang,” ucapnya.


Sementara itu angkatan senior yang juga mantan tokoh pemuda dimasanya Tantan D Matan, mengapresiasi atas kunjungan tersebut. Dirinya berharap kedepan organisasi itu bisa lebih baik dan tetap menyuarakan kepentingan masyarakat.


“Melalui kemahasiswaan organisasi ini diharapkan tumbuh dan berkembang dengan baik, dan tidak gentar menyuarakan kebenaran. Bahkan bisa memberikan motivasi atau menjadi teladan bagi pemuda, agar mampu berorganisasi serta vokal terhadap hal-hal yang dianggap tidak pro terhadap kepentingan rakyat,” ujarnya.