DPRD Kalteng Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir

PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Wiyatno, menanggapi dengan serius banjir yang melanda Desa Gandang Barat, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis). Belum nampak tanda-tanda penyurutan dari banjir yang telah terjadi selama 15 hari tersebut, sehingga melumpuhkan perekonomian masyarakat setempat.


Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kalteng bersama dengan Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Tomy Irawan Diran dan Maruadi, langsung meninjau ke lokasi banjir dan menyalurkan bantuan kepada korban-korban banjir, berupa makanan, pakaian dan 1 ton beras untuk keperluan ratusan masyarakat yang menjadi korban banjir.


Dalam kegiatan peninjauan dan penyaluran bantuan, rombongan DPRD didampingi oleh pihak Satker Pengairan dan Irigasi Kementerian PUPR Kalteng, BPBD dan Dinas Sosial Kalteng. “Banjir ini menjadi perhatian serius kami di DPRD Kalteng, karena tiap tahun terjadi dan tahun ini merupakan yang paling parah. Untuk itu, kami mengajak pihak Balai Irigasi, BPBD dan juga Dinas Sosial Provinsi agar dapat segera menangani banjir ini dengan cepat,” ujar Wiyatno, saat dibincangi, di gedung dewan, Senin (9/3).


Wiyatno berharap agar pada tahun mendatang, tidak lagi terjadi banjir di Desa Gandang Barat dan sekitarnya. Oleh karena itu , koordinasi dengan Satker Balai Irigasi dan Pengairan juga dilakukan sehingga penanganan dapat dilakukan.


“Kami akan mengawal agar banjir ini tidak lagi terjadi di Desa Gandang Barat. Ini sebenarnya bukan banjir, akan tetapi merupakan luapan air yang tidak bisa di antisipasi, sebab irigasi dan sungai tersumbat serta mengalami pendangkalan. Untuk itu, kami meminta Satker nanti untuk bisa membantu irigasi dan pengairan di wilayah ini, sehingga banjir tidak terjadi lagi,” ujarnya.


Dia juga mengungkapkan bahwa Kepala Satker Irigasi dan Pengairan Kementerian PUPR Kalteng, Firmelin, sepakat untuk penanganan irigasi dan pengairan darurat untuk sementara di wilayah Gandang Barat tersebut.


“Saya kira kami sepakat agar ini ditangani dengan segera. Dan kita juga sepakat untuk melakukan penanangan darurat untuk sementara, namun bukan berarti tidak ada penanganan jangka panjang. Penanganan jangka panjang juga akan kita lakukan, sebab irigasi dan rawa di Kecamatan Maliku menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR. Tahun 2019 usulan ada ke kita dan tahun ini daerah rawa di Maliku kita usulkan Rp 20 Miliar untuk normalisasi,” beber Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini.


Sementara itu, usai meninjau lokasi terjadinya banjir, Wiyatno beserta rombongan kemudian menyalurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Pasalnya sejak 15 hari lalu, masyarakat Gandang Barat tidak dapat beraktifitas seperti biasanya, khususnya yang berprofesi sebagai petani akibat banjir tersebut.


“Mayoritas masyarakat disini adalah petani, dengan adanya banjir tersebut maka lahan terendam dan tidak bisa difungsikan, sehingga mata pencaharian masyarakat terganggu dan ekonomi menjadi lumpuh. Untuk itu lah kami menyalurkan bantuan, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir ini,” pungkasnya.