Dewan Sayangkan Hotel DT Ditutup

Padahal, Anggaran yang Dikucurkan Pemerintah Cukup Besar


PALANGKA RAYA – Tidak beroperasionalnya Hotel Dandang Tingang (DT), terus mendapat sorotan dari kalangan DPRD Provinsi. Kini legislator dari Fraksi Nasdem Lodewik Christopel Iban menanggapi tutupnya hotel yang cukup familiar di kalangan masyarakat tersebut.


Menurutnya hal itu sangat disayangkan, mengingat DT merupakan aset daerah. “Sudah banyak pendanaan dari pemerintah yang masuk untuk hotel tersebut. Bisa dikatakan, anggaran yang dikucurkan cukup besar,” ujarnya, kepada awak media ketika ditemui, di ruang kerjanya, Selasa (25/6).


Dirinya selaku jajaran anggota dewan, juga mempertanyakan penutupan tersebut. Terkait dengan alasan renovasi sementara, hal itu seharusnya tidak sampai menutup secara keseluruhan, bahkan tidak beroperasional. Yang perlu diperhatikan penutupan itu jelas memberikan dampak negatif secara keseluruhan.


Anggota Komisi B itu menambahkan ketika ditutup otomatistis pemasukan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Maka karyawan yang bekerja di hotel tersebut juga menerima dampaknya. Selain itu hotel yang seharusnya memiliki fungsi sebagai salah satu potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), tidak akan mencapai sasaran sesuai harapan. Akibatnya segala pendanaan yang dikucurkan selama ini akan menjadi sia-sia.


Menyangkut itu, pihaknya bisa saja memanggil jajaran PT Banama Tingang Makmur, selaku pengelola hotel tersebut. Konsepnya bisa dilakukan melalui pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau pertemuan bersama antara pengelola, pemerintah daerah, dan dewan.


“Ini memprihatinkan. Saya sarankan sebaiknya jajaran pengelola ini harus dievaluasi. Ada apa sebenarnya dengan penutupan ini, sementara banyak dana yang sudah masuk untuk hotel tersebut,” ucap wakil rakyat dari Dapil V, yang meliputi Pulang Pisau dan Kapuas itu.


Sementara itu sebelumnya Anggota Komisi A DR P Lantas Sinaga juga mempertanyakan, tutupnya hotel yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya tersebut. kondisi jelas sangat disayangkan mengingat aset tersebut cukup penting bagi daerah.”Apalagi selama ini hotel itu dikenal cukup bagus di kalangan masyarakat setempat. Sayang kalau sampai tutup begitu,” ujarnya.


Terkait dengan adanya alasan pihak hotel terkait perbaikan jaringan listrik atau lainnya seharusnya tidak perlu sampai melaksanakan penutupan semacam itu.


Selain itu, yang patut diperhatikan adalah keberadaannya, sebagai aset dalam menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau tutup begitu, bagaimana bisa menarik minat antusias wisatawan, bahkan sampai kearah menjadi sumber PAD bagi daerah,” tegasnya.