Dewan Prihatin Adanya Bendera HTI

Masyarakat Harus Waspada Radikalisme


PALANGKA RAYA-Adanya indikasi pengibaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di wilayah Tangkiling belum lama ini mendapat sorotan serius dari kalangan DPRD Kalteng.


Legislator dari Partai Hanura DR P Lantas Sinaga mengaku prihatin dengan munculnya persoalan tersebut di wilayah Kalteng. “Ini harus menjadi perhatian bagi kita bersama termasuk pemerintah daerah untuk bisa menindaklanjuti agar tidak terulang kejadian serupa,” ujarnya kepada awak media, ketika ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.


Tidak hanya itu jajaran aparat keamanan khususnya kepolisian juga bisa melakukan penyelidikan terkait problema tersebut.


Apalagi, ucap dia, HTI sendiri saat ini merupakan organisasi yang dilarang pemerintah. Artinya pengibaran bendera semacam itu sudah dapat dikategorikan melanggar hukum dan aturan yang ada. Jadi wajar ada tindakan tegas ataupun imbauan untuk tidak memperbolehkan unsur manapun terkait atau terlibat hal tersebut.


Wakil rakyat dari Dapil I yang meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas itu berharap agar persoalan itu tidak dibiarkan berlarut-larut.


Dikatakannya, munculnya pengibaran bendera HTI di Kalteng saja jelas membuat resah masyarakat yang berdomisili di wilayah tersebut. Apalagi selama ini warga setempat hidup damai dan harmonis tanpa adanya radikalisme. “Ini juga menandakan masih ada bibit-bibit radikal yang diam-diam tumbuh dan terindikasi menginginkan perpecahan di daerah kita. Maka tidak salah kalau kita juga masyarakat, untuk berjaga-jaga dan waspada dengan kondisi itu,” kata Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng tersebut.


Pendeta/Gembala GBI Barigas Palangka Raya itu juga mengajak masyarakat untuk mengawasi lingkungannya masing-masing. Apabila ada hal-hal yang dianggap mencurigakan atau aktivitas tidak biasanya segera laporkan kepada pihak yang berwajib. Terpenting, ucapnya, agar masyarakat Kalteng juga tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan hal itu.