Dewan: Nelayan Seruyan Kesulitan BBM

RESES PERSEORANGAN


PALANGKA RAYA-Sejumlah nelayan di Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalteng mengeluh, pasalnya mereka sering kesulitan untuk memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM). Keluhan itu disampaikan nelayan setempat kepada anggota DPRD Kalteng Syahrudin Durasid saat melaksanakan reses ke daerah tersebut beberapa waktu lalu.


Menurutnya dalam reses masa persidangan I tahun sidang 2018, yang dilangsungkan secara perseorangan, dia mengunjungi masyarakat Desa Sei Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.


Dalam pertemuan dengan jajaran pemerintah kecamatan, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, selain banyak menerima aspirasi, dia juga menerima keluhan dari para nelayan setempat.


Di mana para nelayan sering dilanda kelangkaan BBM jenis solar, sehinga tak jarang para nelayan di daerah ini terpaksa tidak bekerja karena tidak mendapatkan BBM. “Menarik yang disampaikan nelayan di Seruyan, yaitu tentang kelangkaan solar yang dijatahkan untuk nelayan,” kata Syahruddin, saat dibincangi di gedung dewan, Kamis (17/5).


Anggota Komisi B DPRD Kalteng yang membidangi ekonomi dan sumber daya alam (SDA) mengungkapkan, dari informasi yang disampaikan para nelayan, mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan solar murah yang ada di POM khusus nelayan, sebab setiap ingin membeli selalu dibilang habis oleh petugas POM setempat.


“Nelayan kesulitan mendapatkan solar murah di POM khusus nelayan, setiap ingin beli terus di bilang habis oleh petugas. Ini informasi juga dari para nelayan, katanya sudah ada yang borong duluan,” kata legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.


Dalam kesempatan itu terungkap juga banyak para nelayan yang berubah profesi menjadi petani, di mana mereka dilakukan pembinaan sebagai petani pemula. “Banyak mereka yang menjadi petani pemula yang alih profesi yang semula adalah nelayan kemudian mencoba profesi baru menjadi petani melalui program pemerintah cetak sawah baru karena sulitnya nelayan hidup dari hasil tangkapan ikan perairan laut,” pungkasnya.