Dewan Minta Pemko Palangka Raya Harus Tegas

Bangunan Tutup Drainase Harus Dibongkar


PALANGKA RAYA- Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah bertindak tegas terhadap para pemilik bangunan di Kota Palangka Raya yang menutup drainase secara permanen.


Pasalnya, tindakan tersebut dinilai menyebabkan terhambatnya aliran air sehingga terjadi banjir.


Menurut Anggota DPRD Kalteng Ergan Tunjung, selama beberapa bulan terakhir, curah hujan di Kota Palangka Raya cukup tinggi. Hal itu menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir di dalam kota.


Namun, hal itu sebenarnya bisa diminimalisasi dengan normalisasi seluruh drainase yang ada, sehingga tergenangnya wilayah kota ini bisa dihindari. Untuk normalisasi ini tentunya perlu tindakan tegas dari pemerintah, salah satunya dengan membongkar bangunan yang selama ini menutup drainase yang ada.


“Memang saat inikan curah hujan cukup tinggi dan ini penyebab debit air meningkat. Namun hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan normalisasi drainase yang ada. Terutama pada beberapa bangunan yang disinyalir menutup drainase, ini harus dibongkar atau minimal diperbaiki agar aliran air melalui drainse tetap berjalan normal,” kata Ergan, di gedung dewan, Rabu (13/3).


Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengungkapkan,  DPRD Kalteng mendorong agar adanya sinergitas Pemprov Kalteng dan Pemko Palangka Raya dalam menata drainase yang ada di kota ini. Pasalnya, tanpa adanya sinergitas maka masalah tergenangnya beberapa wilayah di Kota ini akan lambat ditangani.


“Drainase kitakan terbagi menjadi 3 macam, yaitu saluran primer, sekunder dan tersier sehingga pihak pemerintah khususnya Pemko karena hal ini merupakan ranah mereka, perlu benar-benar mengantisipasi dengan cara membuat pemetaan lokasi, dimana saluran yang menjadi kendala. Entah itu tersumbat karena bangunan, toko dan lain sebagainya yang menutupi drainase. Kita minta ini dikoordinasikan dengan baik agar penanganannya cepat terlaksana,” harap mantan Anggota DPRD Kota Palangka Raya ini.


Sementara terpantau, normalisasi drainase sudah dilaksanakan tim dari Pemerintah Kota Palangka Raya dalam beberapa hari lalu. salah satunya di kawasan Jalan Temanggung Tilung.


Namun, sayangnya pembersihan yang dilakukan oleh tim ini hanya dilakukan pada spot atau titik yang mudah dilakukan pembersihan.


Sementara drainase yang ditutup oleh warga menggunakan bangunan beton pembersihan tidak dilakukan dengan maksimal. Sehingga pembersihan yang dilakukan ini dikhawatirkan tidak berjalan dengan maksimal dan tidak menyelesaikan permasalahan yang ada selama ini.