Dewan: Jalan Rusak Parah, Partisipasi PBS Rendah

PARENGGEAN-TELAGA ANTANG-ANTANG KALANG


PALANGKA RAYA-Musim penghujan yang sangat tinggi sekarang ini tidak hanya menimbulkan banjir di sejumlah daerah di Kalteng. Tetapi juga menimbulkan kerusakan pada infrastruktur jalan. Salah satunya ruas jalan provinsi yang menghubungkan Parenggean-Telaga Antang-Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).


Menurut Wakil Ketua DPRD Kalteng H Heriansyah, dari hasil peninjauan lapangan saat reses masa persidangann III tahun sidang 2017, pekan kemarin, pihaknya melihat kerusakan jalan yang menghubungkan tiga kecamatan di Kotim bagian utara ini rusak parah.


Selain karena musim penghujan ruas jalan provinsi tersebut juga diisi oleh tingginya aktivitas Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit baik yang mengangkut crude palm oil (CPO) maupun yang mengangkut tandan buah segar (TBS).


“Jalan Parenggean-Telaga Antang-Antang Kalang parah di musim penghujan ini,” kata Heriansyah, Kamis (14/12).


Namun parahnya, kata dia, kerusakan jalan tersebut kurang mendapat perhatian dari PBS yang melalui ruas jalan itu.


Oleh karena itu, legislator dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini meminta Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran memberikan imbauan kepada seluruh PBS untuk berpartisipasi ikut menjaga dan memelihara ruas jalan teraebut.


“Partisipasi kebun belum maksimal, Bapak Gubernur tolong diimbau para PBS agar sama-sama memelihara jalan yang ada. Kasihan masyarakatnya,” harapnya.


Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan ini menambahkan.


Dari hasil peninjauan lapangan masyarakat itu, pihaknya melihat masyarakat tidak bisa menikmati hasil pembangunan yang ada. “Kita tidak mengharapkan masyarakat di Kotim hanya sebagai penonton, ekonomi mereka semakin sulit, tingkat kemiskinan tidak turun. Sementara hasil pembangunan yang ada dominan dinikmati PBS, di mana mereka menggunakan jalan negara, partisipasinya kurang, nanti sumber daya alam (SDA) kita habis terkuras, masyarakatnya tetap miskin,” katanya.