Dewan Imbau Hindari Money Politic

PILKADA 2018


PALANGKA RAYA-Jelang pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) 2018 ini, kalangan DPRD Provinsi mengimbau agar masyarakat menghindari adanya permainan money politic.


Menurut wakil rakyat dari Dapil I yang meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gumas Dr P Lantas Sinaga, permainan politik uang jelas berdampak negatif di lingkup publik.


Intinya memilih pemimpin, dengan menggunakan nurani serta tanpa paksaan dari siapapun. Tidak juga dikotori, dengan permainan politik uang terhadap masyarakat.


“Kita berharap jangan ada intervensi semacam itu. Masyarakat saat ini sudah cerdas dan memilihlah dengan hati nurani. Pilihlah pemimpin yang memang baik, tanpa ada paksaan dari siapapun,” tegasnya ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, belum lama ini. Dirinya juga berharap persoalan semacam itu mesti mendapat perhatian bersama.


Pasalnya jangan sampai hanya tergiur materi, sehingga mengakibatkan salah memilih dan berdampak kepada pembangunan yang ada. Apalagi yang dipilih merupakan pemimpin yang nantinya akan melaksanakan pemerintahan selama lima tahun mendatang.


Anggota Komisi A itu juga menginginkan masyarakat untuk bertindak cerdas dan bijaksana. Misalnya saja dengan melihat, menganalisis, ataupun benar-benar memantau siapa-siapa saja calon yang patut memimpin ke depan. “Jangan mau terima duit demi kepentingan sesaat, namun harus benar-benar memilih orang yang mampu membangun bahkan sesuai nurani tanpa paksaan/intervensi dari unsur manapun,” tegas pria murah senyum tersebut.


Selain itu pria yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Gereja-Gereja Pantekosta Se Indonesia (PGPI) wilayah Kalteng itu juga mengimbau agar seluruh gereja-gereja serta pemuka agama yang ada, untuk menghindari adanya persoalan semacam itu.


Diharapkan jangan sampai ada intervensi ataupun hal negatif, yang masuk dalam lingkup gereja. Selain itu Wakil Ketua FKUB Kalteng itu menambahkan masing-masing para calon yang mendaftar berangkat dengan sportivitas. “Ide serta gagasan yang dikedepankan bisa berupa konsep positif dalam membangun daerah,” ucapnya.


Tentunya jangan menggunakan isu SARA dalam pelaksanaan kampanye nantinya baik oleh calon ataupun tim suksesnya. Apalagi Palangka Raya, khususnya Kalteng merupakan wilayah yang sejak lama menggunakan filosofi huma betang.


Artinya sudah sangat kuat dan mengakar. Kondisi itu jangan sampai terusik, oleh pihak-pihak yang ingin mengedepankan kepentingan pribadi. Misalnya saja untuk memenangkan politik, dengan cara yang tidak fair (sportif). Falsafah yang ada turun temurun itu harus dijaga. Jangan sampai suhu politik di Kalteng memanas akibat isu-isu yang memunculkan potensi gejolak massa.